Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mengintip Ruang Inap Baru Kelas III RSAS, Tampung 148 Pasien, Dilengkapi CCTV, AC Hingga Sprinkler

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 5 Januari 2018 | 12:00 PM Tag: ,
  

Menjadi rumah sakit rujukan regional Sulawesi bagian utara, Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo terus berbenah. Setelah memiliki poli jantung, kini RSAS memiliki gedung baru. Yaitu ruang rawat inap kelas III yang sangat representatif.

Nurmawan Gusasi – Gorontalo

Hargo.co.id -  Mendengar ruang inap kelas III rumah sakit, gambaran yang akan terlintas dalam benak pikiran kita biasanya ruangan yang identik dengan fasilitas pas-pasan, pengap, dan bau yang kurang nyaman untuk dihirup hidung. Tapi kesan itu tiba-tiba hilang setelah Gorontalo Post melihat ruangan inap baru kelas III RSAS yang diresmikan Walikota Gorontalo Marten Taha, kemarin (4/1).

Para pejabat pemerintah kota Gorontalo yang ikut mendampingi Walikota Marten Taha terkesima melihat fasilitas yang berada dalam ruang inap itu. Fasilitasnya benar-benar berbeda dari ruangan kelas III yang biasanya dijumpai. Didalam ruang inap baru itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sangat memadai dan representatif.

Dimulai dari ruangan utama yang memiliki ruangan reception. Kemudian dalam masing-masing ruangan kelas III terdapat 6 tempat tidur pasien yang sudah dilengkapi dengan AC (mesin pendingin ruangan), TV, Sprinkler atau alat pemadam otomatis, somoke detektor atau pendeteksi asap rokok maupun asap lainnya. Dalam ruangan itu juga dilengkapi pengeras suara yang akan digunakan pasien akan memanggil perawat bahkan sudah terkoneksi dengan kamar mandi.

Gedung baru rawat inap yang dibangun oleh dana APBD Kota Gorontalo 2017 itu, terdiri dari sepuluh ruangan kelas III, dua ruang tindakan, dua ruangan dokter, dua ruangan obat, dua ruang dokter jaga, serta ruang perawat.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Mam Energindo. Perusahaan itu menggandeng perusahaan lokal yaitu PT Zamrud Bumi Lestari. Meskipun telah diresmikan oleh walikota Gorontalo Marten Taha, namun gedung rawat inap kelas III itu belum dioperasikan.

Direktur RSAS Kota Gorontalo, dr. Andang Ilato mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengaturan secara teknis. “Kita masih sementara melakukan pengaturan, mulai dari berapa perawat yang kita siapkan, tenaga dokter, hingga tenaga penunjang lainnya, serta ada beberapa alat lagi dan tempat tidur lagi yang harus kita lengkapi,” ungkapnya.

Meskipun telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, namun ia tetap meminta agar masyarakat bisa menaati peraturan yang ada di RSAS. Mulai dari tertib jam besuk, hingga pengunjung pasien.

“Kalau kelas III yang baru ini beroperasi, satu pasien satu penjaga saja, karena kita sudah lengkapi dengan berbagai fasilitas,” ungkapnya. Begitu juga dengan makanan yang dibawa oleh pihak keluarga, diharapkan cukup untuk pasien saja.

“Pembesuk jangan makan di ruangan pasien. Biasanya sisa makanan itu dibuang di dalam westavel atau closed, inilah pola yang harus ditinggalkan oleh masyarakat Gorontalo,” pungkasnya. (hargo/wan)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar