Rabu, 1 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mengunjungi Suku Polahi Gorontalo (1) : Kini Mereka Mulai Modern

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Selasa, 1 Agustus 2017 Tag: , , ,
  


Bermukim di pedalaman Hutan Humuhulo, kawasan Gunung Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, suku Polahi perlahan mulai akrab dengan teknologi masa kini. Mulai dari ponsel hingga sepeda motor.

=========Oleh: Gusran Ismail, Boliyohuto

Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 wita, Kamis (20/7) ketika Gorontalo Post memulai perjalanan menuju hutan Humuhulo di kawasan Gunung Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.

Saat itu Gorontalo Post bersama penunjuk jalan Haris Antu dan rekan Juneka Subaihul Mufid dari Jawa Pos (Grup Gorontalo Post). Perjalanan menuju kawasan hutan Humuhulo dalam rangka mengunjungi Suku Polahi. Kelompok masyarakat yang selama ini dikenal sebagai suku terasing di Gorontalo.

Perjalanan Gorontalo Post menuju hutan Humuhulo kali ini terbilang lebih ringan dibandingkan Agustus 2015 silam. Kala itu perjalanan Desa Tamaila (desa terakhir) ditempuh dengan jalan kaki dengan melintasi hutan belukar.

Namun sekarang dengan adanya Hutan Kawasan Industri (HTI), separuh perjalanan menuju kampung Polahi bisa ditempuh dengan sepeda motor.

Hal itu setelah adanya pembukaan jalur kendaraan oleh HTI. Kendati demikian separuh perjalanan masih harus ditempuh dengan berjalan kaki. Melintasi semak belukar dan empat sungai yang berarus cukup deras.

Terdapat dua pintu masuk menuju perkampungan Polahi. Yakni bagian Barat melalui Desa Tamaila dan di bagian Timur melaui desa Bina Jaya. Dari titik Desa Lakeya, bisa menggunakan sepeda motor kurang lebih sejauh 4 kilometer baik menuju Desa Tamaila, maupun ke Desa Bina Jaya.

Perjalanan menggunakan sepeda motor hanya menjangkau sampai titik camp milik pekerja HTI. Jika dihitung-hitung, jarak menuju perkampungan Polahi, dari Desa Lakeya, Kecamatan Tolangohula sekitar 20 kilometer saja.

Di samping itu perjalanan dengan menggunakan sepeda motor cukup rawan. Sebab, jalur yang dibuka HTI cukup curam dan licin (jalan tanah).

Perjalanan menuju perkampungan polahi, masih memakan waktu yang cukup lama. Enam jam berjalan kaki dengan lima kali menyebrangi sungai yang dangkal namun berarus deras dan dipenuhi bebatuan licin. Selain itu, sekitar 7 anak sungai lainnya ikut menyambut perjalanan ke suku polahi. Bagi warga polahi, perjalanan ini biasanya hanya ditempuh dengan waktu 3 jam.

Diterangi sinar matahari yang mulai beranjak ke ufuk Barat, Gorontalo Post menyaksikan kondisi rumah milik Polahi tak jauh berbeda dengan 2015 silam.

Setidaknya, di lokasi perkampungan keluarga polahi di hutan Humuhulo Pegunungan Boliyohuto ini, terdapat tiga buah rumah. Rumah pertama adalah milik Haasima, istri pertama Wakil Kepala Suku, Laiya. Rumah kedua berfungsi sebagai ‘Bele Da’a’ (rumah besar).

Rumah tersebut ditempati Kepala Suku, Babuta bersama istrinya Anio, Mama Tanio dan Hilimi beserta beberapa anak anak keturunan polahi.

Di rumah tersebut juga ikut tinggal Usman Lihawa dan Salma Mohammad, warga Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato setahun terakhir tinggal bersama suku polahi. Satu rumah lainnya adalah milik Laiya, bersama istri keduanya Ani Hula. Semua rumah para polahi berbentuk rumah panggung dan berlantai papan, jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya kurang lebih 500 meter.

Saat rombongan Gorontalo Post tiba, keluarga polahi telah berkumpul di rumah masing masing. Sebagian dari mereka berkumpul di sebuah sungai yang berair jernih, di belakang rumah milik Babuta. Suara mereka terdengar sangat ceria.

Saat disambangi, Gorontalo Post langsung dibuat terkesima. Selain mandi, mereka juga terlihat mengerumini sebuah sepeda motor jenis Honda Revo Absolute berwarna hitam yang sedang dicuci. Gorontalo Post benar-benar dibuat penasaran akan kehadiran sepeda motor tersebut.

Pasalnya, jalur yang bisa dilalui sepeda motor hanya sampai di titik camp pekerja HTI. Setelah itu perjalanan ditempuh dengan jalan kaki karena hanya ada jalan setapak serta harus menyeberangi sungai. Kondisi jalan setapak pun berlumpur/becek. Sehingga benar-benar sulit untuk dilalui sepeda motor.

Laman: 1 2

Comments