Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Menilik Aktivitas Opa Gono yang Menjemput Rezeki di Tepi Jalan 

Oleh Admin Hargo , dalam Ragam , pada Sabtu, 16 April 2022 | 22:05 Tag: , ,
  Senyuman tulus yang terukir di bibir Opa Gono yang ditemui saat jualan di traffic light Jalan Andalas. (Foto: Fitri Diva Saskia MR. Binol/ Untuk HARGO)

JIKA bercerita tentang mencari nafkah, benak kita pasti langsung tertuju sebuah tanggung jawab. Biasanya, yang bertanggung jawab untuk hal ini yakni kepala keluarga. Tidaklah mudah, tentu saja harus diiringi dengan niat, usaha serta dorongan dari orang-orang tersayang. Demikian langkah yang harus diambil Opa Gono dalam menjalani sebuah tanggung jawab. 

Oleh: Fitri Diva Saskia MR. Binol *

NAMA lengkapnya Rustam A.M. Bangi, namun sering disapa Opa Gono. Usianya kini sudah 63 tahun, namun itu bukan alasan untuk terus mencari nafkah guna menghidupi keluarganya. Berlakon sebagai pedagang Gula-gula Soba adalah tumpuan hidupnya kini. Ya…rezeki dijemput di tepi jalan. 

Opa Gono melakoni aktivitasnya ini sejak 4 tahun lalu. Ada dua tempat yang sering digunakan untuk menawarkan dagangannya ini. Pertama di simpang empat Jalan Andalas – Jalan Arif Rahman Hakim – Jalan Yusuf Hasiru. Di traffic light itu, Opa Gono hadir setiap Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu dan Ahad. Sementara untuk Senin dan Kamis, Opa Gono memilih lokasi di simpang empat Jalan HB Jassin – Jalan Jaksa Agung Suprapto – Jalan Pangeran Diponegoro, atau yang dikenal dengan Simpang Empat Gelael. 

Pria yang berdomisili di Bongomeme, Kabupaten Gorontalo ini, mulai menawarkan jualannya pada pukul 09.00 Wita hingga selesai Salat Magrib. Sasarannya yakni pengguna jalan yang kebetulan terhenti karena lampu merah. Opa Gono menyapa dengan senyum dan penuh keyakinan jika manusia sudah diciptakan lengkap dengan rezekinya masing-masing, tidak akan tertukar. Tinggal jemput dengan ikhtiar dan doa. 

Pemilik seorang istri dan tiga orang anak ini, menjual Gula-gula Soba hasil bikinan sendiri. Dikemas dalam satu bungkusan yang berisi 25 biji dengan harga Rp 5.000 per bungkus. Setiap kali memproduksi Gula-gula Soba, Opa Gono mengeluarkan modal sebesar Rp 500 ribu. 

“Jika dengan modal Rp 500 ribu, maka untungnya yang biasa diraup sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu,” ungkapnya ketika ditemui saat lagi ngaso. 

Jadwal jualan tak ada perbedaan di hari biasa dengan saat Ramadan. Intinya, tetap berusaha menjemput rezeki meski harus berada di tepi jalan. ‘Jangan menyia-nyiakan hidup anda dengan menunggu datangnya sayap. Tapi yakinlah bahwa anda mampu untuk terbang sendiri, sekalipun tanpa sayap’ – Audrey Gene (***)

 

*) Penulis adalah mahasiswa magang dari UNG

(Visited 77 times, 1 visits today)

Komentar