Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Menilik Ritual Pencucian Keris di Tilamuta, Boalemo

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Ragam , pada Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:05 PM Tag: , ,
  Prosesi ritual pencucian keris di Boalemo. (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)

NYARIS luput dari pemberitaan. Yakni, suatu tradisi di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo tentang sebuah ritual pencucian keris. Oleh masyarakat setempat keris dikenal dengan nama Bituo. Jika ingin mengetahui proses pencucian keris tersebut, simak beritanya berikut ini.

Oleh: Abdul Majid Rahman

SIANG itu, langit tampak mendung. Sesekali menurunkan gerimis, membersamai angin sepoi-sepoi. Terlihat sejumlah orang sedang berkumpul di salah satu rumah yang berada di Dusun I Butolo, Desa Lamu, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, pada Kamis, (21/10/2021).

Saat disambangi Hargo.co.id, orang-orang itu, ternyata sedang melakukan ritual kebudayaan. Mereka menyaksikan pencucian keris oleh seorang kakek, menggunakan perasan jeruk. Konon, keris atau yang akrab mereka sebut dengan nama Bituo tersebut, merupakan peninggalan sejarah pada zaman pemerintahan kolonial.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boalemo, Yakop Musa, membenarkan hal itu. Kata Yakop, ritual ini setiap tahun dilaksanakan. Bahkan, tak jarang orang-orang dari luar daerah, datang ke Boalemo, hanya untuk mengikuti prosesi pencucian keris yang diprediksi sudah memiliki umur ratusan tahun tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boalemo, Yakop Yusuf Musa (keja orange), saat menghadiri ritual pencucian keris di Boalemo. (Foto : Istimewa)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boalemo, Yakop Yusuf Musa (keja orange), saat menghadiri ritual pencucian keris di Boalemo. (Foto : Istimewa)

“Kita dari pemerintah daerah, tentunya menghormati apa yang sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat secara turun-temurun. Sehingga, kita turut memfasilitasi meski dengan anggaran yang jumlahnya tidak seberapa,” tutur Yakop, ketika dikonfirmasi Hargo.co.id, di lokasi ritual, pada Kamis, (21/10/2021).

Menurut Yakop, boleh-boleh saja masyarakat mempercayai, bahwa terdapat kekuatan mistis pada keris tersebut. Misalnya, jika dalam keadaan tertentu atau darurat, keris tersebut dapat memberikan pertolongan secara tak terduga kepada orang yang meyakininya. Namun, kata Yakop, masyarakat jangan melupakan, bahwa sesungguhnya yang maha kuat dan maha segala-galanya itu, hanyalah Allah SWT.

“Ini penting agar kita tidak terjerumus pula pada nilai-nilai kesyirikan. Tapi, jujur saya pribadi sangat menghormati keris peninggalan sejarah ini. Kita harus memeliharanya, agar para generasi kita juga tahu, bahwa di Daerah ini terdapat sebuah aset budaya berharga,” katanya.

Lebih lanjut kata Yakop, hingga kini keris tersebut masih dipelihara dan dilestarikan oleh pihak keluarga. Khususnya oleh mereka yang masih memiliki garis keturunan. Ke depan kata Yakop, pihaknya akan mencoba berbicara dengan pihak keluarga itu, untuk proses pengajuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) keris tersebut ke KemenkumHAM.

Prosesi ritual pencucian keris di Boalemo. (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)

“Jadi, kita akan mengawalinya dengan membuatkan sinopsisnya terlebih dahulu. Kemudian kita ajukan ke KemenkumHAM. Sama seperti Batang Raja beberapa waktu lalu. Alhamdulillah setelah melewati proses pengajuan, saat ini sudah keluar HAKI-nya dari Pemerintah Pusat,” kunci Yakop.

Informasi dihimpun Hargo.co.id, keris bersejarah tersebut, tidak sembarang dikeluarkan dari tempatnya. Begitu pun, setiap kali akan dilakukan pencucian. Hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melakukan hal tersebut. Bahkan, informasinya, hanya mereka yang punya garis keturunan dari leluhur pemilik keris.

Jadwal pencucian, dilaksanakan setelah 12 Rabiul Awal, atau seusai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kerap dicuci bersamaan dengan sejumlah keris lainnya, milik orang-orang tua lainnya yang datang di Desa Lamu.

Menariknya lagi, pencucian setiap Tahun itu, akan dilangsungkan pada hari Kamis. Selain hari Kamis, tidak boleh. Belum diketahui apa alasannya. Saat ini juga, Hargo.co.id masih terus memperdalam informasi akurat seputar keris yang dipercayai punya kekuatan gaib tersebut. (***)

 

*) Penulis adalah wartawan Hargo.co.id, Biro Boalemo

(Visited 980 times, 1 visits today)

Komentar