Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Menkominfo Offside Sebut Foto Tara Basro Tidak Melanggar UU ITE

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 7 Maret 2020 | 16:05 WITA Tag: ,
  ILUSTRASI: Aktris Tara Basro berpose saat menghadiri acara peluncuran film Gundala di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )


Hargo.co.id – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath menilai pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate yang menyebut postingan Tara Basro yang nyaris telanjang tak melanggar UU ITE sebagai tindakan offside.

Hal tersebut disampaikan Al Khaththath saat menanggapi pernyataan Johnny G Plate yang menilai foto nyaris telanjang Tara Basro tersebut tidak melanggar UU ITE. “Menkominfo sudah offiside karena unggahan dari Tara Basro telah melanggar UU ITE 19/2016, pasal 27 ayat 1 tentang konten yang melanggar kesusilaan,” ujar Khaththath, Sabtu (7/3).

BACA  Imam Besar FPI Rizieq Shihab Tiba di Indonesia

Khaththath pun menilai agar sebaiknya Presiden Jokowi dapat segera mencopot Menteri dari partai Nasdem tersebut lantaran pernyataannya tersebut. “Itu Menkominfo tidak layak jadi (Menkominfo) seharusnya Presiden Jokowi dapat mencopot Jhony G Plate Karena sudah melanggar kok masih dibela,” kata Khaththath.

BACA  Ini Sosok Polwan Cantik yang Sempat Tersandera Kelompok Bersenjata

Diketahui, Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Ferdinand sebelumnya juga menjelaskan bahwa postingan Tara Basro di akun Twitternya mengandung unsur pornografi dan maka dari itu melanggar UU ITE.

Postingan Tara Basro, kata Ferdinand, telah memenuhi unsur Pasal 27 ayat 1 tentang melanggar kesusilaan. Itu menafsirkan ketelanjangan. Dalam pasal 27 Ayat 1 termaktub bahwa setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

BACA  Soal Ekspor Baby Lobster, Bambang Mengaku Pernah Mengingatkan Edhy Prabowo

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi sabtu 7 maret 2020


Komentar