Minggu, 23 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Menuju Indonesia Digital 2024, Ini Respon Gubernur Gorontalo 

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 3 Desember 2021 | 12:05 PM Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (Kedua dari kiri) saat mengikuti webinar diskusi optimalisasi transaksi pembayaran digital pemerintah daerah, yang dilaksanakan oleh BI Gorontalo secara virtual, Kamis (02/11/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengikuti webinar diskusi optimalisasi transaksi pembayaran digital pemerintah daerah, yang dilaksanakan oleh BI Gorontalo secara virtual, Kamis (02/11/2021). 

Dengan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, dipastikan Gubernur Gorontalo mendukung penuh kegiatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menuju ‘Indonesia Digital 2024’, yang digagas oleh Bank Indonesia perwakilan Provinsi Gorontalo. 

Dalam sambutannya Rusli Habibie menyampaikan dalam menjalankan aktivitas pembangunan di Provinsi Gorontalo, saat ini pemerintahan daerah tetap konsisten pada visi ke depan yakni ‘Terwujudnya masyarakat Gorontalo yang maju unggul dan sejahtera’. 

Menurut orang nomor satu di Gorontalo itu, hal tersebut berhubungan dengan kegiatan percepatan digitalisasi daerah seperti ini. 

“Ini merupakan salah satu langkah penting bagi pencapaian visi kami, dan terutama dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sebagai dampak dari masalah global yaitu pandemi Covid 19. Kebijakan pemerintah dalam masa pandemi ini khususnya dalam bidang pengelolaan keuangan daerah, antara lain dengan menjalankan kebijakan nasional terutama dalam mengembangkan digitalisasi transaksi pembayaran,”ungkap Rusli Habibie. 

Pada sisi pengeluaran belanja daerah digitalisasi transaksi keuangan dikatakan Gubernur dilaksanakan melalui penggunaan aplikasi belanja langsung (BeLa) pengadaan sebagai penyedia layanan pengadaan barang/jasa pemerintah. Dimana, Pemprov Gorontalo merupakan daerah ke enam yang akan menerapkan aplikasi BeLa pengadaan tersebut. 

“Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam belanja pemerintah dan mendorong pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa pemerintah. Intinya, aplikasi ini bekerjasama dengan UMKM lokal dan bekerjasama dengan LKPP,”jelas Gubernur Gorontalo. 

Dengan semua fasilitas transaksi digital tersebut, dianggap pembayaran non tunai menjadi faktor yang sangat penting dalam memajukan Provinsi Gorontalo. Sehingganya, gubernur dua periode ini berharap ke depan program ini lebih baik lagi, dalam rangka pengembangan digitalisasi di daerah. 

“Terima kasih kepada Bank Indonesia perwakilan Gorontalo dan seluruh anggota TP2DD, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk peran aktifnya pada percepatan dan perluasan digitalisasi daerah,” tambah Rusli Habibie. 

Selain Gubernur Gorontalo, webinar ini diikuti juga oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Disamping itu hadir pula asisten Gubernur BI, Kepala Perwakilan BI Gorontalo serta bupati dan walikota. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 19 times, 1 visits today)

Komentar