Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Menyedihkan, Kisah Lola Warga Bulango Utara Yang Dipasung

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 31 Mei 2016 | 12:45 WITA Tag: ,
  


Di tengah zaman yang makin modern. Stigma terhadap para penderita gangguan jiwa ternyata belum sepenuhnya hilang. Bahkan di Gorontalo, masih ada penderita gangguan jiwa yang dipasung. Hal itu dilakukan agar penderita gangguan jiwa tersebut tak berbuat onar.

Andi Arifudin – Gorontalo Post 

Hargo.co.id GORONTALO – Senin (30/5), perempuan berkulit sawo matang itu terlihat sibuk memainkan jemarinya. Sesekali ia berupaya membetulkan duduknya. Sekilas perempuan bertubuh kecil itu tampak normal. Ketika diajak berbicara, ia menjawab sesuai yang ditanyakan. Bahkan dia kerap tersenyum kepada setiap orang yang datang.

BACA  Operasi Yustisi Tingkatkan Disiplin Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan

Namun siapa sangka di balik penampilannya itu, perempuan tersebut ternyata mengalami gangguan mental/jiwa. Ketika kambuh, dia tak tanggung-tanggung berbuat di luar kendali. Entah berjalan ke sana kemari hingga memukul orang yang berada di sekitarnya.

BACA  Pesawat Garuda Gunakan Masker Curi Perhatian Warga Gorontalo

Adalah Lola, nama perempuan tersebut. Setiap hari Lola hanya menempati sebuah gubuk dan duduk di atas panggung berukuran 2x 2 meter. Atapnya sebagian seng dan sebagian lagi rumbia. Tak ada dinding yang menutupi seluruh bagian samping gubuk.

Sepanjang hari Lola duduk di panggung itu. Ia tak bisa ke mana-mana. Itu setelah kaki kanannya dipasung pada sebuah balok. Perempuan berusia 33 tahun itu terpaksa dipasung lantaran pihak keluarga khawatir berbuat onar.

BACA  Tiga Regulasi Ini Jadi Dasar Razia Protokol Kesehatan di Gorontalo

Dari keterangan sejumlah warga, Lola mengalami gangguan mental saat remaja. Entah apa pemicunya, tak ada yang tahu persis. Bahkan orang tuanya juga tak tahu mengapa anak perempuannya itu bisa menderita gangguan jiwa.

 

Laman: 1 2 3


Komentar