Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mereka Para Penyuka Pelajaran Mate Matika dan Berhasil Raih Nilai Tertinggi Unas

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Rabu, 3 Mei 2017 | 13:14 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO,hargo.co.id– Wajah para siswa kelas XII jurusan akuntansi SMK Negeri 1 Kota Gorontalo tegang. Mereka berkumpul di rumah salah satu siswa di Jl Jhon Ario Katili eks Andalas, petang kemarin, untuk menanti pengumuman lulus gugur Ujian Nasional (Unas).

Wali kelas mereka, Ronansi F Cono baru menyerahkan hasil Unas pada pukul 18.20 wita atau bakda magrib. Setelah menerima hasil Unas melalui amplop yang dibagikan guru kepada mereka, sontak euforia dan suara syukur terucap. “Alhamdulillah, lulus,”kata mereka.

Di kalas ini cukup istimewa, sebab ternyata dua siswa peraih nilai Unas tertinggi tingkat Provinsi Gorontalo ada di kelas XII Akutansi SMK 1 Gorontalo, mereka masing-masing Nur Halimah Thalib dan Muhamad Dandi Hisbullah Said.

Nurhalimah Thalib, siswa peraih nilai tertinggi Unas ini mengaku tidak menduga jika dirinya akan meraih nilai tertinggi Unas untuk Kategori SMK. Meskipun sering meraih renking pertama di kelas, tetapi Nurhalimah tetap merasa terkejut saat dirinya diumumkan sebagai peraih nilai tertinggi se Gorontalo untuk tingkat SMK.

BACA  Kabar Baik, Pohuwato Kembali ke Zona Hijau

Pengagum matematika ini menyatakan, memang saat melaksanakan UNBK, dirinya tidak merasa kesulitan karena persiapan matang yang telah dijalaninya sebelumnya.

“Yang saya rasa paling mudah justru ujian matematika, dan yang sedikit sulit adalah ujian bahasa inggris, terutama saat sesi listening,” ujarnya.

Anak ketiga dari pasangan Usman Thalib dan Hadidjah Inado ini mengaku akan mempersembahkan prestasinya untuk kedua orang tuanya tersebut.

“Kemarin waktu semester I, nilai saya sempat anjlok dan mama menantang saya untuk lebih berprestasi lagi, Alhamdulillah saya bisa menjawab tantangan mama,” ujar Nurhalimah yang ingin menjadi karyawan kantoran ini.

Sejak ditantang ibunya itulah, Nurhalimah terpacu untuk belajar. “Pada dasarnya belajar itu menyenangkan asalkan kita juga menyenanginya.” utaranya.

BACA  Infrastruktur dan SDM Indonesia Siap Lakukan Vaksinasi Covid -19

Sama halnya dengan pengakuan Muhamad Dandi Hizbullah Said. Bahkan bagi Dandi, meraih terbaik ke dua tingkat Provinsi Gorontalo untuk perolehan nilai Unas kategori SMK adalah sebuah hal yang sangat istimewa. Betapa tidak, Dandi sendiri di kelas tidak pernah masuk 3 besar.

“Ya, paling sering saya masuk 10 besar, tapi saya tetap optimis bisa melakukan yang terbaik saat UN, dan Alhamdulillah saya bisa meraihnya,” ujarnya. Seperti halnya Nurhalimah,Dandi pun ingin mendedikasikan prestasinya tersebut kepada kedua orang tuanya.

“Ayah saya adalah seorang tukang, dan ibu saya adalah guru taman kanak kanak, tentu mereka akan bangga dengan perolehan nilai yang saya raih,” katanya.

Dandi sendiri mengungkapkan saat menghadapi Ujian nasional, dirinya mengupayakan untuk tidak terbebani dengan metode belajar yang diterapkan sekolah terutama 3 bulan menjelang pelaksanaan UN.

BACA  Masyarakat Gorontalo Harus Mandiri Pangan

“Waktu mendekati pelaksanaan Ujian Nasional, waktu belajar kami ditambah dengan pelaksanaan pengayaan, tetapi saya tetap membawa diri saya enjoy dalam tekanan belajar yang tinggi itu, sesekali bahkan di waktu senggang saya menyempatkan diri untuk main game karena saya juga sangat hobi dengan game online. Saat belajar, ya saya belajar dan saat bermain game, saya bermain asalkan itu tidak melalaikan saya dari persiapan ujian,”utaranya.

Sementara itu Wali kelas XII Jurusan Akuntasi SMK Negeri I Kota Gorontalo Ronansi F Cono menuturkan rasa syukur atas prestasi yang diraih murid kelasnya. Menurut Ronansi, persiapan Unas memang telah dilaksanakan sejak Desember 2016 silam.

“Sejak itu, selain kita melakukan pengayaan, kita juga melaksanakan beberapa kali simulasi sehingga persiapan UN benar benar matang,” ujar Ronansi.

Laman: 1 2 3


Komentar