Minggu, 29 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mereka yang kuat, Mereka yang Terhempas

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 15 Juli 2017 Tag: ,
  

Oleh Nurhadi Taha (Ketua Masika ICMI Orda Kota Gorontalo)

“Jangan Engkau pecahkan kaca bila berkaca buruk Rupanya, Tetapi pertanyakan Siapa yang berkaca itu, Jangan pertanyakan Bila ada rakyat yang melawan pemimpinnya tetapi pertanyakan siapa pemimpin itu”

Sejarah dan Cita – cita kebangsaan kita saat ini pada realitasnya hanya sekedar di jadikan Simbol penciteraan hingga proyek kapital dari kelompok elit ” Penguasa” hal ini terlukiskan pada beberapa jejak langkah perjalanan agenda – Agenda kebangsaan kita, yang terkadang cita cita kebangsaan hanya di jadikan referensi, Baik dalam bentuk Bank data buku , Monumen hingga di jadikan tempat wisata seolah kita tak tak harus bertangung jawab pada Nilai idealitas kebangsaan yang telah menjadi ekspetasi ” harapan” para pendahulu kita.

Potret kebangsaan Faktanya Banyak yang menyatakan “Gagal” Seolah cita – cita kata perlawanan berdarah – darah yang telah di torehkan para pendahulu kita, Jauh dari harapan, mereka yang saat itu telah rela mengorbankan sebagian hidupnya hanya ingin mengurus dan memelihara Nilai idealitas kebangsaan kita dari kelompok yang telah mengoyak koyak harga diri dan kehormatan bangsa hanya menjadi torehan tinta kertas yang cukup di tulis dalam kitab Sejarah bangsa Kita.

Begitu juga ketika kita merefleksi jejak langkah regenerasi Kepemimpinan kita Seolah Bangsa kita tak mempunyai generasi yang unggul, dan patut di jadikan teladan Semua yang tergambarkan pada berbagai fakta deretan kontestasi sebelum dan sesudah pergantian kepemimpinan kita banyak kejadian yang telah membuka tabir kekuasaan adanya korupsi, kolusi hingga peristiwa peristiwa yang tak di inginkan publik. Seolah kontestasi regenerasi kepemimpinan kita tak punya mazhab yang sesuai dengan titah yang telah torehkan para Founding father kita.

mereka yang telah berkeringat dan berdarah darah seolah hanya menjadi kuli pada bangsa ini, Mereka ibarat budak perlu kerja rodi seolah ini di masa penjajahan jepang di kala masa kemerdekaan. mereka yang setia pada Idealisme bangsa seolah di buat sebagai kelompok yang menjadi racun pada bangsanya, Mereka yang kuat menahan beban probelematika bangsa kita, Seolah mereka yang di anggap ombak yang bisa mengempaskan kapal yang berlayar.

Seolah bangsa berada di era ” Penjajah” mereka yang tak boleh bekerjasama tak ada tempat hidup di kolong bangsanya, mereka yang tak bisa berdiplomasi dengan bisnis penjajah mereka perlu di bunuh dan di kubur hidup hidup beginikah cerminan dan watak penguasa kita ??? Walahuama bisawab ….!!!!