Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Merlan Uloli: Stunting Bukan Hanya Tentang Gizi Anak

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Bone Bolango , pada Rabu, 1 Juni 2022 | 10:05 Tag: , ,
  Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli saat mengukuhkan TPPS pada rapat koordinasi lintas sektor percepatan penurunan stunting 2022, di Hotel Toewawa, Selasa (31/05/2022). (Foto: Diskominfo Bone Bolango)

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli menegaskan bahwa stunting bukan hanya tentang gizi anak, namun lebih dari itu. Ada beberapa proses yang perlu dilewati, salah satunya pengetahuan terhadap calon pengantin.

“Calon pengantin harus disiapkan sebelum menikah dan sebelum hamil. Mereka harus mengerti betul apa yang harus dilakukan agar anaknya kelak terhindar dari stuntin,” kata Merlan Uloli.

Lanjut katanya, ketika calon pengantin tahu apa yang harus dilakukan kelak, maka permasalahan stunting seperti kondisi kesehatan anak yang tidak optimal, dapat dihindari. Peran orang tua adalah kunci utama anak mendapatkan nutrisi terbaik serta dapat tumbuh sesuai potensi maksimal mereka.

“Makanya, pengetahuan calon pengantin tentang stunting sangat penting,” kata Merlan Uloli pada rapat koordinasi lintas sektor percepatan penurunan stunting tingkat Bone Bolango 2022, di Hotel Toewawa, Selasa (31/05/2022)

 Merlan Uloli menilai perlu dilakukan pendampingan terhadap calon-calon pengantin. Bukan hanya itu, juga terhadap remaja, ibu hamil dan ibu setelah melahirkan atau ibu menyusui. Semua itu merupakan target pencegahan stunting dan percepatan penurunan stunting di Bone Bolango.

Lalu apa langkah yang harus dilakukan? Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bone Bolango bertugas mengkoordinasikan, menyinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan. TPPS di tingkat ini terdiri dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK).

Khusus untuk koordinasi penyelenggaraan di tingkat desa/kelurahan telah ditetapkan tim percepatan penurunan stunting tingkat desa/kelurahan. Tim ini bertugas mengkoordinasikan, menyinergikan dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di tingkat desa/kelurahan.

“TPPS tingkat desa/kelurahan ini melibatkan tenaga kesehatan paling sedikit mencakup bidan, tenaga gizi, dan tenaga kesehatan lingkungan, penyuluh KB, Petugas Lapangan Keluarga Berencana, TP-PKK, PPKBD atau Sub-PPKBD/Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader, dan unsur masyarakat lainnya,” terangnya. (***)

 

Penulis : Rita Setiawati

(Visited 59 times, 1 visits today)

Komentar