Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Miliki Panah Wayer, Dua Warga Suwawa Ditahan

Oleh Mufakris Goma , dalam Metropolis , pada Rabu, 12 Februari 2020 Tag:
  Kapolres Bone Bolango, AKBP Suka Irawanto,SIK,M.Si memberikan keterangan pers terkait dengan penangkapan terhadap dua warga Kecamatan Suwawa, atas kepemilikan panah wayer. (F. Natha/ Gorontalo Post)

Hargo.co.id, Gorontalo – Dua warga Kecamatan Suwawa, kini harus mendekam dibalik jeruji besi. Pasalnya, dua masyarakat tersebut diduga memiliki panah wayer dan akan digunakan untuk menyerang orang lain.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Suka Irawanto,SIK,M.Si menjelaskan, dua warga yang diamankan oleh pihaknya yakni AN alias Ipu (27), warga Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa dan AS (18) warga Tenilo, Kecamatan Suwawa. AN berprofesi sebagai supir, sedangkan AS masih berstatus sebagai pelajar disalah satu sekolah menengah atas. Keduanya ditangkap pada Minggu (09/02/2020) sekitar pukul 04.00 Wita, di Desa Duano, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

“Jadi, keduanya ditangkap atas kepemilikan panah wayer, dimana panah wayer tersebut dibuat dan dimiliki oleh AN. Sedangkan AS diduga hendak menggunakan panah wayer tersebut untuk menyerang seseorang yang diduga bermasalah dengannnya,” ungkapnya.

BACA  Kapolda Gorontalo Janji Tuntaskan Masalah Miras, Panah Wayer dan Narkoba

Dikatakan Alumnus Akpol 2000 ini, AS diduga bermasalah dengan anak dibawah umur yakni masih berusia 15 tahun, dimana AS tersinggung terhadap anak tersebut. AS kemudian meminta bantuan AN dan AN menyerahkan panah wayer siap pakai beserta pelontarnya. Hanya saja penyerangan tersebut gagal, karena keluarga AS berada di lokasi yang hendak dijadikan tempat penyerangan.

“Dari tas yang ditemukan oleh keluarga AS, ditemukan satu buah pelontar dan Sembilan anak panah wayer yang sudah siap digunakan,” ujarnya.

BACA  Kapolda Gorontalo Janji Tuntaskan Masalah Miras, Panah Wayer dan Narkoba

Uniknya lagi, AS pernah dihukum terkait kasus yang sama pada 2019 silam. Tak hanya itu saja, AN pun pernah menjalani masa hukuman selama tujuh bulan pada 2012 silam di kasus yang sama. Keduanya pun kini harus ditahan terkait dengan kepemilikan senjata tajam jenis panah wayer.

“Aksi mereka ini bukan hanya di wilayah hukum Polres Bone Bolango saja, akan tetapi sampai ke wilayah Kota Gorontalo. Keduanya pun sudah merupakan target operasi kami, terkait dengan kasus panah wayer yang sudah meresahkan masyarakat Bone Bolango pada khususnya dan masyarakat Gorontalo pada umumnya,” tegas mantan Kasubdit Regiden Dit Lantas Polda Gorontalo ini.

BACA  Kapolda Gorontalo Janji Tuntaskan Masalah Miras, Panah Wayer dan Narkoba

Pada dasarnya, Polres Bone Bolango akan menindak tegas para pelaku panah wayer. Salah satu upaya yang dilakukan sejauh ini yaitu dengan melaksanakan sosialisasi hingga patroli rutin disetiap kecamatan hingga ditingkat desa.

“Keduanya kami kenakkan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Selanjutnya perkara ini masih sementara berproses. Kami pun berharap bantuan informasi dari masyarakat, sehingga persoalan panah wayer dapat dihentikan dan tidak menimbulkan keresahan lagi,” pungkas AKBP Suka Irawanto,SIK,M.Si dihadapan wartawan, Rabu (12/02/2020) di Polres Bone Bolango. (kif/hg)