Minta Maaf, Wahyu Setiawan Mundur dari KPU

Surat pengunduran diri Wahyu Setiawan. (Foto Istimewa). Insert: Ketua KPU Arief Budiman (tengah) menunjukkan surat pengunduran diri Wahyu Setiawan sebagai komisioner KPU, di Jakarta, Jumat (10/1/2020). (Foto: iNews.id/Rizki Maulana).

-

Hargo.co.od, JAKARTA – Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang telah menjadi tersangka KPK dalam dugaan suap, akhirnya mundur dari KPU. 

Wahyu Setiawan mengirim surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke pihak Keluarga, dan telah diterima Ketua KPU Arief Budiman.

“Ditandatangani (Wahyu.red), bermeterai, bertanggal 10 Januari 2020,” ujar Arief dalam jumpa pers di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/1) petang dilansir CNNIndonesia.com.

Arief lalu membacakan isi dari surat pengunduran diri Wahyu tersebut di hadapan awak media. Setelahnya, Arief mengatakan pihaknya bakal melanjutkan surat tersebut kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), juga salinannya diberikan kepada DPR dan DKPP.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, sebelumnya, Wahyu Setiawan juga telah menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh rakyat Indonesia. Begitu juga dengan jajaran KPU atas kasus yang menjeratnya.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan kepada seluruh jajaran KPU. Ini murni masalah pribadi saya, dan saya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan KPK,” kata Wahyu, Jumat (10/1) dini hari.

Posisi Wahyu Setiawan sebagai anggota KPU periode 2017-2022 akan digantikan oleh pengganti antar waktu (PAW), I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Penentuan Dewa Kade sebagai pengganti Wahyu ini berdasarkan urutan pada hasil seleksi anggota KPU periode 2017-2022 yang sudah dilakukan pada 2017.

“Kalau nomor urut berikutnya nomor 8 kalau tidak salah Pak I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Dulu dia ketua KPU Provinsi Bali, sekarang dia anggota Bawaslu Provinsi Bali,” ujar Arief Budiman.

Pemilihan Dewa Kade sebagai pengganti Wahyu tidak melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) lagi.

Berdasarkan data KPU, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi memperoleh nilai 21 poin dalam uji kepatutan dan kelayakan calon anggota KPU periode 2017-2022. I Dewa menempati urutan ke-8 dalam hasil seleksi, atau setelah Pramono Ubaid Tanthowi (55 poin), Wahyu Setiawan (55 poin), Ilham Saputra (54 poin), Hasyim Asy’ari (54 poin), Viryan (52 poin), Evi Novida Ginting Manik (48 poin), dan Arief Budiman (30 poin).

Selain menjadi tersangka, Wahyu Setiawan juga masih akan diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), atas dugaan pelanggaran kode etik.

Ketua Bawaslu, Abhan, menyampaikan pihaknya akan melaporkan dugaan pelanggaran etik oleh Wahyu Setiawan ke DKPP.

“Kami Bawaslu akan segera melakukan aduan laporan ke DKPP mengenai dugaan pelanggaran kode etik ini,” ujar Abhan di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (10/1) dilansir kumparan.com.

“Sore ini kita akan ajukan ke Sekretariat DKPP,” imbuhnya.
Abhan berharap DKPP bisa segera memberikan keputusan terkait dugaan pelanggaran etik oleh Wahyu. Selain itu, ia menyampaikan Bawaslu menghormati proses hukum yang berjalan di KPK.

“Kami harap DKPP agar cepat berikan putusan atas aduan yang kami ajukan terkait dugaan pelanggaran kode etik pemilu,” ungkap Abhan.
“Kami sangat menghormati asas praduga tidak bersalah, dan proses hukum di KPK jadi kewenangan KPK,” lanjut dia. (net/gp/hg)