Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mirip SBY, PM Malaysia Genjot BLT Jelang Pemilu

Oleh Aslan , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 16 April 2018 | 22:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id,  KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meniru strategi mantan Preisden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Politikus UMNO itu mengumbar bantuan langsung tunai (BLT) alias BRIM, jelang pemilu yang bakal dilangsungkan Mei mendatang. Tak hanya itu, dia bahkan berjanji akan menaikkan jumlah bantuan jika menang pemilu.

Dalam acara ground breaking proyek Jalan Nasional Bandar Pekan-Kampung Sungai Miang, Najib mengumumkan kenaikan bantuan sebesar 100 persen.

BACA  Update Hasil Pilpres AS: Selisih Perolehan Suara Sangat Tipis, Siapa yang Unggul?

“Para penerima bulan Juni hingga Agustus akan mendapat BR1M sebesar RM 800 (Rp 2,8 juta),” umum Najib, Minggu (15/4).

Seperti diketahui, SBY dua kali menebar BLT di tahun politik. Pertama jelang Pemilu 2009 dan yang kedua jelang Pemilu 2014.

Sebelumnya, jumlah BR1M yang diterima keluarga miskin di Malaysia sebesar RM 400 atau sekitar Rp 1,5 juta per bulan.

Kenaikan 100 persen ini diklaim Najib berkat kesuksesan perekonomian Malaysia yang terus tumbuh.

BACA  Bom Bunuh Diri Meledak Dekat Akademi Kepolisian

“Jika kita terus berkembang, perekonomian akan meningkat. Jumlah BR1M pun akan makin besar,” ujarnya.

“Tidak ada negara lain yang mendapat perubahan kualitas perekonomian sebanyak empat kali oleh Bank Dunia. Ini merupakan kabar baik,” ujar Najib.

Dia berjanji akan terus menaikkan besaran BR1M jika memungkinkan. “Jika ingin kualitas hidup baik dan BR1M terus naik, jangan salah pilih dalam pemilu mendatang,” ujarnya.

BACA  Melani Berencana Ceraikan Donald Trump Usai Kalah di Pilpres AS

Sebelumnya, di awal masa kampanye, Najib juga menjanjikan kenaikan jumlah bantuan tunai cukup besar kepada keluarga miskin, yang umumnya berasal dari etnis Melayu. Yakni sebesar RM 2.000 ringgit atau sekitar Rp 7 juta.

Najib juga berjanji akan menghapus utang para petani dan pemilik tanah Melayu yang terkait dengan perusahaan perkebunan negara, serta menciptakan tiga juta lapangan kerja baru untuk mengatasi pengangguran. (rakyatmerdeka/hg)


Komentar