Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Miris, DLHK Boalemo Darurat Alat Berat

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Sabtu, 20 November 2021 | 14:05 PM Tag: , ,
  Para petugas DLHK Boalemo, tampak membersihkan TPA sampah di Desa Polohungo, Dulupi, secara manual tanpa alat berat. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sepertinya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Boalemo, darurat alat berat. Terpantau pada Jumat, (19/11/2021), puluhan petugas DLHK Boalemo hanya membersihkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, secara manual, tanpa bantuan alat berat.

Saat dikonfirmasi Hargo.co.id, Kepala DLHK Boalemo, melalui Kepala Bidang Sampah, Mengki Pomanto S.Sos.,M.Si, tak menampik hal itu. Ia membenarkan dan menuturkan, bahwa kondisi alat berat milik DLHK Boalemo saat ini, cukup disayangkan. Tak bisa beroperasi lagi, lantaran mengalami kerusakan parah.

“Kita punya 2 alat berat, yaitu ekskavator dan buldoser. Tapi kini dua-duanya rusak. Sehingga belum bisa beroperasi. Kerusakannya itu jika diperbaiki, dapat memakan anggaran sekitar Rp 200 juta,” ungkap Mengki Pomanto, melalui sambungan Telpon, Jumat, (19/11/2021).

Padahal untuk anggaran perbaikan 2 alat berat tersebut, kata Mengki, pihaknya sudah mencoba dan berulang-ulang kali, mengusulkannya melalui momentum pembahasan APBD Boalemo. Baik pada pembahasan APBD Induk, maupun perubahan. Namun, hal itu belum bisa diwujudkan, karena anggaran sedang difokuskan pada penanganan Covid-19.

Kondisi TPA di Desa Polohungo, Dulupi. (Foto : Istimewa)
Kondisi TPA di Desa Polohungo, Dulupi. (Foto : Istimewa)

“Ya mau tidak mau, kami tetap berusaha melaksanakan tugas meski dengan cara manual seperti itu. Tapi jujur, sekalipun tenaga yang kami turunkan ke lapangan, misalnya berjumlah 60 orang, tetap saja tidak efektif. Beda ketika menggunakan kekuatan alat berat,” jelas Mengki. 

Dikatakan Mengki, dalam sehari saja, petugas kebersihan DLHK Boalemo, memobilisasi sampah ke TPA di Polohungo, sebanyak 2 kali. Pagi dan sore. Bisa dibayangkan katanya, bagaimana banyaknya tumpukan sampah yang dihasilkan beberapa waktu terakhir, lantaran alat berat belum bisa beroperasi. 

Kondisi ini pun, menurutnya, jika hanya dibiarkan, dapat menimbulkan dampak lingkungan. Dijelaskannya, pada TPA terdapat sebuah lubang untuk sampah. Petugas mobil hanya sebatas membuang. Selebihnya, tugas alat berat, baik buldoser dan ekskavator, yang akan mendorong sampah-sampah tersebut ke wadah yang tersedia, sebelum ditimbun dengan tanah.

“Dan mobil tidak bisa sampai ke wadah itu. Resiko tinggi, bisa-bisa mobil jatuh. Karena Kedalaman jurang lubang itu kan sekitar 7 meter. Jadi, harus alat berat.

Semoga di Tahun 2022, terkait alat berat ini mendapat perhatian dari para pengambil kebijakan. Dengan begitu, kami dari Instansi teknis, akan lebih leluasa lagi dalam menangani persampahan di Boalemo, sebagaimana yang diharapkan bersama,”kuncinya.

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 126 times, 1 visits today)

Komentar