Senin, 5 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Miris, Puskesmas Molingkapoto Disegel

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 27 April 2018 | 15:09 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id– Sunguh memiriskan. Di tengah tak henti-hentinya pemerintah berkoar-koar tentang pembangunan kesehatan. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai ujung tombak layanan kesehatan bagi masyarakat justru disegel. Alhasil pelayanan kesehatan bagi rakyat berujung mandek.

Kondisi itu sebagaimana terjadi di Puskesmas Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo. Selama dua hari Rabu-Kamis (26-27/4), Puskesmas tutup dan tak beroperasi. Itu setelah Puskesmas Molingkapoto disegel oleh pemilik lahan Yusuf Muhammad.

Penyegelan itu dipicu oleh belum klirnya masalah pembayaran lahan tempat didirikannya Puskesmas Molingkapoto. Sebelum penyegelan, Yusuf Muhammad bersama keluarga sempat memagari sebagian areal Puskesmas Molingkapoto. Hal itu sebagai upaya peringatan terhadap Pemkab Gorontalo Utara terkait kepastian pembayaran ganti rugi lahan.

BACA  Stok Beras Aman, Gubernur Berharap Beras Impor Tak Masuk Gorontalo

Adapun lahan milik Yusuf Muhammad yang belum dibayarkan seluas 5.234 meter persegi beserta pohon kelapa di dalamnya. Sedianya, Pemkab Gorut menjanjikan pelunasan ganti rugi lahan pada awal 2018.

“Sudah cukup janji yang kami dengar, bahkan kami seakan-akan memiliki hutang dan harus kesana kemari mencari kejelasan akan pembayaran atas tanah kami” terang Yusuf.
Menurut Yusuf, informasi yang diterima pihaknya pembayaran lahan baru akan dilakukan setelah pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gorut 2018.

FOTO:ALOSIUS/GORONTALO POST

“Sementara saya sudah didesak oleh keluarga yang lain terhadap proses pembebasan lahan yang sampai saat ini belum ada kejelasan,” ujarnya. Karena itu, Yusuf Muhammad bersama beberapa pemilik lahan mengambil langkah menyegel lahan dan sebagian bangunan Puskesmas Molingkapoto. Penyegelan akan berlangsung hingga ada kejelasan proses ganti rugi lahan.

BACA  Air Drainase Meluap ke Jalan HB Jassin, Warga Sekitar Meradang

“Jika memang tidak ada kejelasan maka langkah hukum akan dilakukan entah itu akan dilaporkan secara perdata maupun pidana. Kedua-duanya akan kami bicarakan bersama,” tegasnya.

Kepala Puskesmas Molingkapoto Dekson Mopilli mengatakan, penyegelan Puskesmas tersebut tidak mengganggu proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Hanya saja untuk pelayanan yang dilakukan tidak maksimal. Yang disegel oleh pemilik lahan, merupakan ruang yang vital yakni Ruang Laboratorium, Gudang Farmasi, Ruang Kepala Puskes dan Ruang Administrasi,” ungkapnya.

Saat ini kata Dekson, ketersediaan obat masih ada di apotek. Namun beberapa waktu ke depan ketika persediaan habis, maka tentu harus diambil dari Gudang Farmasi. “Sementara gudang farmasi telah disegel. Begitu juga dengan laboratorium yang menunjang pelayanan kesehatan tidak dapat digunakan lagi karena disegel juga. Ruang administrasi kurang lebih sama tidak dapat digunakan sama dengan ruang kepala Puskesmas,” tutur Dekson.

BACA  Bahas Ususlan Geoheritage, Dispar Provinsi Gorontalo Gelar Kopi Lolango

Untuk itu Dekson berharap agar persoalan ini dapat segera terselesaikan dalam waktu secepatnya. Harapan tersebut sama halnya dengan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gorut Irwan Alintuka. Ia berharap persoalan ini segera terselesaikan. “Sehingga pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dapat berjalan dengan maksimal,” tandasnya.(abk/hg)


Komentar