Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Miris! Tak Terima Anak Meninggal, IRT Gantung Diri

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 5 Juni 2017 | 11:41 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id TAPA – Di saat tengah menanti waktu berbuka puasa, warga di Desa Miranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) mendadak dibuat gempar. Ini menyusul beredarnya informasi seorang ibu rumah tangga (IRT) di desa setempat inisial AH alias Amina (34) yang tewas gantung diri di kamar rumahnya, Sabtu, (3/6) sekira pukul 17.30 Wita. Aminah diduga nekat menghabisi nyawanya karena depresi dengan kematian bayi perempuan yang belum lama ini dilahirkannya.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post/hargo.co.id , korban pertama kali ditemukan oleh suaminya Amin Tayebu. Waktu itu Amin tengah mempersiapkan hidangan buka puasa di dapur. Karena waktu berbuka puasa sudah dekat, Amin kemudian memanggil istrinya Aminah yang berada di kamar bersama bayi mereka yang baru lahir.

BACA  Terduga Bandar Judi Togel di Tolangohula Diringkus Polisi
AH, korban gantung diri saat dilakakukan visum di RS Toto Kabila, Sabtu (3/6). (foto : Anas/GP).

Anehnya, meski telah berkali-kali dipanggil, namun Aminah tak kunjung menyahutinya. Karena sang istri tak kuncung muncul, Amin pun segera menyusul ke kamar. Ternyata, pintu kamar dalam keadaan terkunci rapat.

Sekali lagi Amin memanggil Aminah seraya menyuruh membuka pintu kamar. Tapi lagi-lagi, tidak ada respon. Karena khawatir terjadi apa-apa dengan istrinya, Amin pun langsung mendobrak pintu kamar tersebut.

Begitu pintu terbuka, betapa kagetnya Amin melihat istri tercintanya itu tergantung di atas plafon kamar rumah. Seutas tali terlilit di leher Aminah. “Waktu itu saya langsung panik dan meminta bantuan para tetangga,” kata Amin dengan nada sedih kala diwawancarai awak media.

BACA  Aksi Tolak Omnibus Law di Gorontalo Kembali Berakhir Ricuh

Menurut Amin pekan kemarin, tepatnya, pada Selasa, (30/5), istrinya tersebut baru saja melahirkan anak ketiga mereka berjenis kelamin perempuan pada Kamis (25/5). Sayangnya bayi tersebut tak bertahan lama dan meninggal pada Selasa (30/5). “Setelah kejadian itu, istri saya yang biasanya sangat aktif mendadak berubah menjadi pendiam. Ia sering menyendiri akhir-akhir ini,” kata Amin.

Sementara itu pasca kejadian, informasi kematian Aminah ini langsung tersebar dengan cepat. Masyarakat berbondong-bondong memadati kediaman Amin dan korban. Tak lama kemudian pemerintah desa dan aparat kepolisian tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jasad Aminah yang sudah tak benyawa itu kemudian dibawa ke RS Toto Kabila untuk dilakukan visum.

BACA  Tak Terima Hasil Pleno, Pendukung Nelson-Hendra Kepung Bawaslu

Kapolres Bonbol AKBP Robin Lumban Raja melalui Kasat Reskrim AKP Rudi Hartono mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP sekaligus mengambil visum terhadap jasad korban. Dugaan sementara motif kematian korban adalah karena depresi.

Meski begitu kata Robin, kasus ini masih akan diselidiki lebih lanjut untuk benar-benar memastikan kebenaran motif tersebut. “Yang pasti kasusnya sudah kita tangani dan sedang dalam penyelidikan,” jelasnya. (tr-54/hg)


Komentar