Rabu, 14 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mistis: Ikan Mas Raksasa ditemukan Besoknya Terjadi Badai, Berikut penjelasannya!

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 25 Juni 2018 | 10:03 WITA Tag: , , , ,
  


Hargo.co.id — Pada Senin, 18/6 sekitar pukul 17.00 Wib telah terjadi kecelakaan di Danau Toba yaitu tenggelamnya kapal KM. Sinar Bangun. tragedi itu dikaitkan dengan penemuan ikan mas raksasa seberat 14 kg. pasalnya sehari sebelum kejadian seorang pemancing di Desa Paropo, Tao Silalahi mendapatkan ikan mas raksasa.

Hasil pancingan ini cukup menghebohkan warga sekitar karena ukurannya yang besar. Ikan mas yang ditemukan itu adalah ikan mas yang terbesar yang pernah didapat di Danau Toba 20 tahun terakhir.

BACA  12 April Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1442 H

Budayawan muda batak, Rismon Raja Mangatur Sirait mengatakan, Tenggelamnya KM sinar bangun ada kaitannya dengan penangkapan ikan mas raksasa sehari sebelum badai angin puting beliung di atas Danau Toba tepat di Tao Silalahi Paropo hingga menimbulkan ombak besar.

“Bicara hal mistis, percaya atau tidak percaya, semua kembali ke pribadi masing-masing.” tulis Sirait.

“menurut cerita disana, para pemancing tidak menghiraukan larangan dan saran orangtua agar ikan mas ini dilepas kembali ke Danau Toba,” tegas Sirait.

Para pemancing tidak menghiraukan saran orang tua untuk melepaskan ikan mas tersebut dan langsung membawa ikan tersebut untuk di masak dan dimakan, dan terjadilah badai besar yang menciptakan obak besar dan menghantam kapal naas itu.

Menurut warga dipinggiran Danau Toba belum pernah melihat ombak setinggi 3-4 meter dan ketebalan ombak 2 meter.

Terlepas dari masalah mistis, Sirait juga menambahkan bahwa zona lintasan kapal KM sinar bangun yang kecelakaan di Danau Toba senin lalu merupakan zona berbahaya yang ketika dilintasi saat badai.

Terkait tulisannya yang menghubungkan kejadian tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun sudah viral dan menuai kontroversi.

“Itu hak orang tidak setuju dengan saya. Saya tidak paksakan percaya. Tapi saya bicara dari kearifan lokal dan spiritual,” katanya seperti dilansir dari Banjarmasin post.

(hargo/asl)

dilansir dari berbagai sumber


Komentar