Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Modric Golden Ball, Courtouis Kiper Terbaik

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Sportivo , pada Senin, 16 Juli 2018 | 23:05 PM Tag: , , , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Kroasia memang gagal meraih Piala Dunia 2018. Namun negara pecahan Yoguslavia itu patut berbangga diri. Selain meraih podium runner-up, Kroasia juga mencatatkan prestasi gemilang. Yakni menempatkan pemainnya Luka Modric sebagai peraih piala bola emas (golden ball).
Piala bola emas diberikan FIFA bagi pemain terbaik selama turnamen berlangsung. Modric dipandang berhak meyandang piala bola emas atas kepiwaiannya sebagai individu maupun kapten bagi Kroasia.
Pemain Kylian Mbappe turut diganjar penghargaan. Pemain klub Paris Saint Germain (PSG) itu dinobatkan sebagai peraih FIFA Young Player Award (pemain muda terbaik).
Sementara itu penghargaan sepatu emas diraih oleh Harry Kane. Striker timnas Inggris itu mendapat penghargaan sepatu emas setelah mencetak 6 gol selama turnamen Piala Dunia.
Menariknya, kiper terbaik pada hajatan Piala Dunia diraih oleh kiper timnas Belgia Thibaut Cortuis. Selama hajatan piala dunia berlangsung, kiper yang berkiprah di klub Chealsea itu mampu melakukan 22 penyelamatan. Atas prestasinya itu, Thibaut Cortuis dinyatakan sebagai peraih sarung tangan emas.
Sementara itu, penghargaan timnas fair play diberikan kepada Spanyol. Penghargaan itu diberikan karena timnas Spanyol merupakan timnas yang paling sedikit meraih kartu kuning. Pada fase grup hingga fase knock out, timnas Spanyol hanya meraih dua kartu kuning.
Meski tak menontong langsung di Rusia, demam piala dunia di Gorontalo juga ikut terasa. Bahkan pada pertandingan final yang dihelat tadi malam, masyarakat Gorontalo ikut melakukan nonton bareng di berbagai lokasi.
Salah satunya di bundaran Hulondhalo Indah (HI). Pantauan Gorontalo Post, nonton bareng di bundaran HI tak kalah serunya dengan pertandingan di stadion Luzhniki. Kedua suporter yang menonton pertandingan semalam saling bersahutan sambil berteriak-teriak menyuarakan negara jagoan masing-masing.
Ilham Muhammad, salah seorang fans Kroasia mengaku, di final ini mendukung negara Kroasia, sampai-sampai ia harus ikut taruhan secara diam-diam bersama rekan kerjanya, meskipun taruhannya bukan dalam bentuk uang, tetapi siapa yang kalah harus mentraktir teman yang lain.
Namun sayangnya semalam hasil final ia harus menerima kekalahan dari negara Prancis. “Sungguh saya tidak menyangka jika negara Kroasia kalah, ditambah lagi ada pemain kroasia melakukan gol bunuh diri”, ujar Ilham.
Sementara itu suporter Prancis, Apriyanto sangat berbahagia atas kemenangan dari Prancis, baginya inilah bukti bahwa negara Prancis membuktikan jika mereka mampu menjadi juara dunia yang kedua kali nya setelah pada tahun 1998 pernah menjadi juara dunia.
“Akhirnya Prancis menang, dan saya pun mendapat makan gratis dan pulsa gratis dari teman atas kemenangan Prancis hari ini, terima kasih Prancis,” ujar Apriyanto.(san/tr59/hg)
(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar