Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Modus Baru, PSK Jajakan Diri Dalam Mobil, Pelanggan Tinggal Pilih

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Jumat, 8 September 2017 | 22:30 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Polisi mengungkap jaringan perdagangan perempuan yang dijadikan pekerja seks komersil (PSK) di Cianjur, Jawa Barat, Modus mereka tergolong baru. Yakni menjajakan PSK di dalam mobil.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Benny Cahyadi menuturkan, pihaknya berhasil membongkar jaringan perdagangan perempuan setelah adanya laporan warga. Penangkapan tersebut berawal setelah warga mencurigai sebuah mobil Xenia bernomor polisi F 1178 WR.

“Dari penangkapan satu orang tersangka yang berada di dalam mobil, kami kembangkan dan akhirnya kami amankan semuanya sebanyak sembilan orang,” kata Benny.

Dikatakannya, dari sembilan orang tersebut mempunyai peran yang berbeda-beda dalam menjalankan operasi. Ada yang bertugas keliling mencari pelanggan, ada yang bertugas membawa mobil, dan ada yang bertugas menunggu panggilan dari pelanggan.

“Mereka berkeliling dengan menggunakan mobil, jadi tidak diam di tempat dan menunggu,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Jawa Pos Group).

Menurutnya, ini merupakan modus baru yang dilakukan di wilayah Cianjur. Perempuan-perempuan tidak menunggu di sebuah rumah atau tempat prostitusi melainkan bergerak di dalam mobil minibus.

BACA  Tangis Haru Keluarga Mewarnai Pelantikan 1.000 Bintara Asli Papua

Modus seperti ini terkadang sulit terendus karena kawasan Cipanas merupakan tempat wisata. Sehingga kedok prostitusi dengan perempuan yang ditawarkan di dalam mobil baru terungkap.

“Setelah kami kembangkan ada dua agen berbeda yang menjual perempuan. Dua agen ini bertugas sebagai mami,” kata Benny.

BACA  ‘Wisata Jalan Pelangi’, Destinasi di Sekitar Makam Pahlawan Nani Wartabone  

Dari penuturan tersangka, rata-rata pemesan perempuan tersebut tak hanya dari dalam negeri, tapi juga banyak wisatawan asing terutama dari kawasan Timur Tengah.

“Kami biasanya menunggu panggilan dari penghubung yang memesan perempuan, satu jam tarifnya Rp300 ribu. Kami biasanya parkir di beberapa tempat sambil menunggu, rata-rata pelanggan kami dari Timur Tengah,” ujar tersangka yang mengaku warga Cipanas ini.

(yuz/jpg/JPC/hg)


Komentar