Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Monumen Patung BJ Habibie akan Dipampang di Bundaran Isimu

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 25 Oktober 2017 | 12:02 Tag: ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Kawasan bundaran Isimu di gerbang masuk Bandara Djalaludin Gorontalo, akan ditata. Pemerintah Provinsi Gorontalo berencana membangun monumen di kawasan itu. Monumen dalam bentuk patung akan berdiri sebagai ikon baru Gorontalo.

Sosok Prof BJ Habibie dipastikan diabadikan pada monumen tersebut.

Seminar monumen patung Isimu-Gorontalo yang digelar di Maqna Hotel Gorontalo, Selasa (24/10) kemarin, menetapkan nama pakar pesawat terbang itu sebagai sosok yang diabadikan pada monumen di bundaran Isimu. Penetapan nama BJ Habibie dilakukan tim perumus setelah menseleksi 27 nama tokoh Gorontalo.

Tim perumus dalam seminar tersebut diketuai Prof Nani Tuloli, lalu mengerucutkan 10 nama. Mereka masing-masing Abdullah Amu, Prof BJ Habibie, Hans Bague Jassin, Letkol PNB Djalaludin Tantu, Prof Jhon Ario Katili, Nani Wartabone, Prof. Saminan Nur, Sultan Amai, Thayeb Mohamad Gobel dan Prof JS Badudu.

Ada beberapa kriteria dalam penentuan tokoh-tokoh tersebut, yakni rekam jejak, popularitas, kepahlawanan. prestasi, inspirato dan motivator, prespektif, keteladanan, budaya, dan kebijakan pemerintah.

Dalam seminar tersebut, pakar seni dari Institut Seni Jogjakarta Drs.Dendi Suwandi, MS mengkritik penggunaan istilah monumen jika sosok yang disematkan dalam monumen masih hidup. Ia mengatakan, monumen sebagai kenangan.

“Kurang etis jika yang masih hidup dibuatkan monumen,”kata Dendi.

Menurutnya, jika bentuk ikon tersebut berupa tokoh, maka harus seorang yang ahli kedirgantaraan ahli dalam bidang pesawat terbang. Budayawan Gorontalo Alim Niode menyebut, yang pantas disematkan dalam patung bundaran tersebut adalah tokoh yang menginspirasi.

BJ Habibie dinilai tepat, sebab selain pernah menjadi Presiden, juga menginspirasi generasi masa kini. Sosiolog Basri Amin memaparkan, tokoh yang tepat untuk dibuatkan patung pada gerbang masuk Gorontalo itu adalah tokoh yang sukses di darat, air dan laut.

Pernyataanya ditanggapi mantan Bupati Gorontalo David Bobihoe. David mengatakan, jika tokoh Gorontalo yang sukses di darat, air dan laut hanyalah BJ Habibie. Ia sukses merancang pesawat terbang, sukses sebagai Presiden dan menjadi tokoh panutan, termasuk memiliki galangan kapal.

“10 nama yang ada, baik semua. Tapi yang pas adalah BJ Habibie,”kata David.

Nama Djalaludin Tantu, lanjut David Sudah diabadikan sebagai nama Bandara Djalaludin Gorontalo. Nama Thayeb Gobel nantinya bisa dibuatkan patung di batas Bulotalangi-Tapa, sosok JS Badudu bisa dibuatkan patung di depan perpustakaan Kabupaten Gorontalo, serta sosok HB Jassin bisa dibikinkan patung dan nama untuk perpustakaan Provinsi Gorontalo.

“Sehingga apalagi yang diperdebatkan. Tidak perlu lagi quisioner memilih siapa tokoh yang tepat. Karena yang tepat ya BJ Habibie,”tandasnya.

Pandangan berbeda disampaikan Indra Nodu, perwakilan BEM Universitas Gorontalo. Ia mengatakan, harusnya monumen atau patung yang dibangun tidak mesti sosok orang.

“10 Nama yang ada saja, tidak mampu mewakilkan perjuangan masyarakat Gorontalo,”katanya.

Harusnya, menurut Indra, Gorontalo berkaca pada Singapura, Jakarta maupun Surabaya atau daerah-daerah lain yang ada monumen. Di Singapura, patung yang terkenal adalah patung Singa, begitu pun di Jakarta ada Monumen Nasional, sementara di Surabaya terdapat patung buaya dan hiu.

“Kenapa harus orang, bukan sesuatu yang jadi ciri khas daerah. Di Gorontalo ada tumbilotohe, baiknya dibuatkan monumen tumbilotohe,”tandasnya.

Tim perumus yang terdiri dari Prof Nani Tuloli, Dr.Anis Naki, Dr.Ibrahim Ahmad, Dr.Sofyan Kau, Drs.Dendi Suwandi, MS, Drs.Karim Pateda dan Susanto Liputo SE kemudian tetap memutuskan nama BJ Habibie yang tepat untuk diabadikan dalam monumen tersebut. BJ Habibie dinilai tokoh yang pas sesuai kriteria yang ada.

“Beliau memiliki track record yang sangat tinggi, memiliki populatitas nasional hingga internasional, prestasi dibidang kedirgantaraan,”tandasnya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, penetapan nama tokoh yang akan diabadikan monumen bundaran Isimu sepenuhnya keputusan tim perumus yang disesuaikan dengan kriteria yang ada. Semua tokoh yang diusulkan merupakan kebangaan masyarakat Gorontalo.

Ia menegaskan, jika pun terdapat nama BJ Habibie maka tidak dilihat dari marganya dan dikait-kaitkan dengan marga Habibie.

“Tolong dicatat, ini bukan keinginan saya apalagi keinginan beliau (BJ Habibie),”ujar Rusli Habibie. Penetapan sosok yang akan diabadikan jelas masih akan melalui beberapa tahap, termasuk izin dari yang bersangkutan. “Kita harus minta izin dulu,”ujarnya.

Setelah penetapan tokoh, Pemprov Gorontalo akan mulai merancang pembangunan patung. Pantung yang rencananya dibangun 8 meter itu akan berdiri di tengah bundaran.

Disekitar patung akan dibuat taman yang bernuansa religi. Menurut Gubernur, setelah bandara djalaludin dibangun baru dan jalan GORR beroperasi maka perlu ada satu kawasan yang dibuat indah.

“Sehingga begitu masuk Gorontalo, setiap yang datang melihat wah, ini Gorontalo,”tandas Rusli Habibie. Patung rencananya mulai dibangun tahun 2018 mendatang. (tro/hargo)

 

(Visited 9 times, 1 visits today)

Komentar