Rabu, 25 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Moratorium Unas, Kadiknas Kota: Kami Ingin Ada Standardisasi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 7 Desember 2016 | 13:33 WITA Tag: , , ,
  


KOTA GORONTALO, Hargo.co.id – Ujian Nasional (Unas) yang rencananya akan diganti dengan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di tahun depan masih menimbulkan kegelisahan bagi satuan pendidikan.

Pasalnya guru penanggungjawab mata pelajaran digenjot untuk membuat naskah soal sendiri sebagai rujukan ujian akhir tersebut. Meski sejauh ini moratorium Unas ke USBN masih menanti keputusan Presiden Joko Widodo.

BACA  Sampah 'Hiasi' Bibir Sungai Bone, Waspadai Bencana Banjir

Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Gorontalo Abram Badu dikonfirmasi hargo.co.id bahwa ada ujian nasional maupun tidak, pendidikan di Kota Gorontalo tak akan mengurangi kualitas.

Asalkan ada standar nasional yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terkait dengan USBN.

BACA  Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Satgas Minta Agar Tak Kendur

“Kami masih menunggu keputusan, jika harus dijalankan. Maka Kota Gorontalo akan menjalankan hal itu,” ucap Abram, Rabu (7/12).

Lanjut dikatakan Abram sejauh ini, Kota Gorontalo sudah menjalankan standar-standar nasional untuk seluruh satuan pendidikannya. Baik dari sistem pendidikan, mutu dan pelayanan serta sarana dan prasarana, keseluruhannya sudah mengikuti standar pusat.

BACA  Dampak Pandemi Covid-19, Perekonomian di Kota Gorontalo Lesu

“Untuk pembuatan naskah ujian di satuan pendidikan masing-masing, saya kira Pusat sudah punya perencanaan untuk itu. Pasti ada kisi-kisi berstandar nasional. Tinggal kita menunggu saja standardisasi dari kementerian. Yang jelas Kota Gorontalo siap untuk menjalankan USBN ataupun Unas,” terang mantan kepala SMAN 3 Gorontalo itu. (ndi/hargo)


Komentar