Senin, 15 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



‘Motabi Kambungu’ Dorong Penguatan Reformasi Birokrasi 

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Jumat, 22 Juli 2022 | 04:05 Tag: ,
  Rapat pendampingan dan penguatan percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di Gorontalo Utara oleh Biro Organisasi Setda Provinsi Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Program Motabi Kambungu yang mulai dilaksanakan oleh Pemerintah Gorontalo Utara pada pekan lalu di Kecamatan Tolinggula, dinilai berperan mendorong penguatan reformasi birokrasi di daerah itu. Terlebih pada area peningkatan kualitas pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, usai membuka kegiatan pendampingan dan penguatan reformasi birokrasi. Kegiatan ini diselenggarakan Biro Organisasi Setda Provinsi Gorontalo di Aula Tinepo, Kantor Bupati Gorontalo Utara.

“Kita diharapkan bisa memacu percepatan reformasi birokrasi yang dilakukan terhadap 8 area perubahan, diantaranya adalah terkait dengan percepatan peningkatan budaya kerja dan percepatan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Suleman Lakoro.

Ia menyebut, khusus Gorontalo Utara, dua area perubahan tersebut telah diprogramkan dan sementara dilaksanakan. 

“Dalam rangka percepatan pelayanan kepada masyarakat, pak Thariq Modanggu sebagai Bupati telah memprogramkan Motabi Kambungu yang notabene salah satu dari 6 agenda strategis di sisa masa jabatan 2018-2023,” ungkapnya.

Motabi Kambungu ini dilaksanakan, seluruh OPD itu menginap di desa-desa. Dan pekan kemarin dimulai dari Kecamatan Tolinggula. Tentu ini untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Sebagai bukti bahwasanya program Motabi Kambungu berhasil mempercepat pelayanan kepada masyarakat, salah satunya  pelayanan terhadap administrasi kependudukan dan catatan sipil.

“Nah, perlu kami laporkan bahwa khusus pelayanan yang berhubungan dengan administrasi kependudukan, bahwa setelah program ini dievaluasi kemarin itu, ada sekitar 700 lebih pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Diakui Suleman Lakoro, masyarakat sangat menyambut baik atas program Motabi Kambungu. Mereka (masyarakat Tolinggula) gembira atas program ini. Di mana, selama ini, mereka yang membutuhkan pelayanan dukcapil harus datang langsung ke ibu kota kabupaten di Kwandang dengan biaya transportasi hingga Rp 250 ribu untuk pergi pulang. 

“Alhamdulillah dengan dilaksanakannya Motabi Kambungu itu bisa membantu masyarakat yang kami layani di semua urusan,” imbuh Suleman Lakoro.

Rencananya setelah di Kecamatan Tolinggula, program Motabi Kambungu akan dilanjutkan di Kecamatan Atinggola. 

“Ini diharapkan juga kita dalam rangka mempercepat reformasi birokrasi, khususnya di bidang peningkatan budaya kerja aparat, juga peningkatan percepatan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 17 times, 1 visits today)

Komentar