MPR Kaji Jabatan Presiden Tiga Periode

Wakil Ketua MPR-RI dari Partai Nasdem Lestari Moerdijat diwawancarai usai memberikan kuliah umum di UNG, kemarin (02/12/2019). (Foto Istimewa/Humas UNG)

-

Hargo.co.id, GORONTALO – MPR-RI saat ini tengah menseriusi wacana amandemen UUD 1945. Salah satu isu krusial yang sedang dikaji dalam amandemen itu adalah soal masa jabatan presiden. Ada beberapa usulan yang mengemuka terkait masa jabatan presiden. Salah satunya menyangkut penambahan masa jabatan menjadi tiga periode atau 15 tahun.

Ini diakui Wakil Ketua MPR-RI, Lestari Moerdijat, saat berkunjungan ke Gorontalo, Senin (2/12).

“Kalau pun ada yang bilang saat ini ada wacana amandemen UUD 1945, itu benar,” ujar Lestari saat diwawancarai usai memberikan kuliah umum konsensus kebangsaan di UNG.

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menyampaikan, amandemen UUD 1945 tidak serta merta harus dilakukan menyeluruh. Makanya pihaknya perlu mendengarkan masukan dari semua pihak. Harus ada kajian yang matang. Termasuk kajian dari perguruan tinggi.

Rektor UNG, Dr. Eduart Wolok, MT dan Wakil Ketua MPR-RI, Lestari Moerdijat saat foto selfie bersama mahasiswa UNG ucai acara berlangsung. (Foto Istimewa/Humas UNG)

“Harus dilakukan kajian dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Juga harus memerhatikan semua aspek. Sehingga yang kita lakukan saat ini adalah mengumpulkan terlebih dahulu daftar isian masalah,” ujar Lestari.

Perempuan kelahiran Surabaya, 30 November 1967 ini menambahkan, salah satu yang menjadi isu dalam amandemen adalah tentang periode masa jabatan presiden.  Dia memastikan batasan waktu itu harus ada.

“Harus diingat dalam iklim demokrasi pembatasan itu harus ada. Apakah 1 periode, dua periode, tiga periode, atau satu periode delapan tahun. Itu nanti melalui hasil kajian,” jelas Lestari.

Dalam pelaksanaan kuliah umum ini, Lestari membawakan materi dengan penuh semangat, menumbuhkan mahasiswa cinta dengan NKRI. Bahkan kuliah umunya diakhiri dengan closing menyanyikan lagu-lagu yang bernuansa kebangsaan.

Sementara itu, Rektor UNG, Dr. Eduart Wolok, MT, menyampaikan ucapan terimakasih kepada wakil ketua MPR Lestari Moerdijat yang sudah memberikan kuliah umum  dengan menambah semangat untuk lebih cinta kepada NKRI, dan berbuat untuk NKRI demi masa depan.

“UNG juga selalu menyiapkan generasi yang unggul dan berdaya saing, siap menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” kata Eduart Wolok.

Selain kuliah umum kegiatan ini juga dirangkaikan dengan job fair dari Media Grup, diskusi tentang media dan tantangannya yang menghadirkan narasumber komisioner KPI Pusat M Reza dan CEO Media Grup Mirdal Akib. (wan/hg)