Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Muchtar Cs Didakwa Rugikan Anggaran Rp 2,5 M

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Friday, 8 June 2018 | 14:17 PM Tags: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Penuntasan dugaan korupsi pembangunan pasar moderen Pontolo di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara dikebut. Setelah menjalani penahanan lebih kurang sepekan, empat tersangka MA alias Muchtar, SN alias Syafrudin, RM alias Rachmad dan HT alias Harry mulai disidang. Kemarin (6/7), mereka menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan agenda pembacaan dakwaan.

Pantauan Gorontalo Post, pembacaan dakwaan terhadap keempat tersangka dilakukan terpisah. Muchtar menjadi terdakwa paling awal disidang. Selanjutnya disusul Rahmat, Harry dan terakhir Syarifudin.

Muchtar didakwa dalam kapasitas sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gorut. Rahmat dalam kapasitas Direktur PT Catur Indah Agra Sarana. Harry sebagai Direktur PT Aneka Karya Pratama. Sedangkan Syafrudin merupakan konsultan pengawas.

Muktar dan Syarifudin didakwa untuk dua kasus sekaligus. Yakni pembangunan Pasar Pontolo tahap I dan tahap II. Sementara Harry dan Rahmat menjalani dakwaan untuk kasus pembangunan Pasar Pontolo tahap II.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Irianto Tiranda,SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ampy,SH menyebutkan, para terdakwa ditengarai menyalahgunakan anggaran pembangunan Pasar Pontolo 2014-2015. MA dalam kapasitas sebagai Kepala Diskoperindag Gorut dituding menyalahgunakan kewenangannya dalam pelaksanaan proyek pasar Pontolo. Kebijakan itu menyebabkan munculnya indikasi kerugian negara dalam pembangunan proyek berbanderol Rp 17 miliar itu.

Demikian pula Hary, Rahmat dan Syarifudin. Mereka dituding tak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak kerja. Sehingga ditemukan hasil pekerjaan tak sesuai spesifikasi. “Atas perbuatan keempat terdakwa, negara disinyalir mengalami kerugian keuangan hingga Rp 2,5 miliar,” ujar JPU Ampy.

Lebih lanjut Ampy,SH kepada wartawan usai persidangan menyatakan, pihaknya telah menyiapkan para saksi termasuk saksi ahli pada persidangan nanti. Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi pembangunan pasar Pontolo bermula adanya alokasi anggaran Rp 17 miliar untuk revitalisasi pasar tahun 2015 dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Alokasi anggaran dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dari APBN senilai Rp 5 miliar dan tahap dua dari DIPA APBN Kementerian Perdagangan RI senilai Rp 12 miliar.

Pembangunan dilaksanakan oleh PT Aneka Karya Pratama milik Harry. Sedangkan Pembangunan tahap II dilaksanakan oleh Rahmat. Pembangunan tahap I dijadwalkan empat bulan. Namun dalam pelaksanaanya terdapat indikasi pelanggaran berupa pemindahan lokasi tanpa disertai Justifikasi Teknis. Selanjutnya pada tahap II ditemukan adanya pekerjaan tak sesuai kontrak. (tr60/gp/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar