Saturday, 24 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Muncul Banyak Masalah, Hamzah Sidik Ngaku MaluÂ

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Legislatif , pada Friday, 11 June 2021 | 09:05 AM Tags: , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik

Hargo.co.id, GORONTALO – Banyaknya persoalan yang muncul akhir-akhir ini, membuat Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik merasa malu.Terlebih ketika masalah itu terkait dengan hutang piutang oknum pejabat yang mengatasnamakan pemerintah daerah.

“Bukan hanya saya. Rasa malu juga pasti dirasakan oleh anggota DPRD Gorontalo Utara lainnya. Alasannya, karena begitu banyak persoalan yang terjadi di daerah ini,” kata Hamzah Sidik.

Lanjut katanya, pihaknya secara personal maupun kelembagaan banyak menerima laporan permasalahan yang terjadi di daerah ini. Ada laporan yang terkait dengan pembangunan daerah, dan bahkan sampai persoalan hutang piutang pejabat yang mengatasnamakan pemerintah daerah atau bupati. 

Padahal, kata Hamzah Sidik, pihaknya sudah melakukan pengawasan yang maksimal. Mulai dari interpelasi, hingga pembentukan panitia khusus optimalisasi kinerja pemerintah daerah yang bermuara pada rekomendasi yang telah disampaikan untuk ditindaklanjuti. 

“Namun kenyataannya apa? Justru setelah ada rekomendasi yang disampaikan berdasarkan pengawasan yang dilakukan, justru banyak persoalan yang bermunculan,” tegas Hamzah Sidik.

Parahnya lagi, menurut Hamzah Sidik, persoalan yang muncul saat ini sudah menjadi konsumsi publik, bahkan sudah berseliweran di media sosial. 

“Ini kan tidak baik, dan menandakan bahwa daerah kita ini sedang tidak baik,” tegasnya.

Dari berbagai persoalan tersebut diantaranya adalah penyegelan Puskesmas Sumalata, kemudian Puskesmas Biau. Belum lagi pekerjaan Puskesmas yang putus kontrak ada beberapa diantaranya Puskesmas Kwandang. 

“Ada apa sebenarnya ini? Apa yang terjadi. Padahal sudah ada rekomendasi yang kami sampaikan ke pemerintah daerah, kami mendorong pak bupati untuk melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap peran para aparaturnya peran para pembantunya,” ujar Hamzah Sidik.

Olehnya Hamzah Sidik menegaskan bahwa walaupun pihaknya telah melakukan pengawasan sampai keluar rekomendasi, begitu juga dengan dorongan. Namun pada kenyataannya juga aparatur tidak peduli, maka kembali lagi semuanya pada kewenangan bupati yang melakukan pembinaan berupa demosi atau promosi jabatan. (abk/adv/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar