Rabu, 12 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Musda DPD I Partai Golkar, Rusli Habibie Masih Tangguh

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Politik , pada Kamis, 20 Februari 2020 | 13:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi. Rusli Habibie nampaknya masih tangguh pada Musda DPD I Partai Golkar Gorontalo.


Hargo.co.id, GORONTALO – Panas tidaknya Musda DPD I Golkar Gorontalo yang akan dihelat 1-3 Maret mendatang, ada di tangan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Bila Airlangga menerbitkan rekomendasi bagi Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie untuk bisa kembali mencalonkan diri, maka Musda dipastikan tidak akan panas.

Kemungkinan besar Musda bakal berujung aklamasi untuk Rusli Habibie. Pasalnya sampai sekarang kader beringin belum mau mengorbitkan nama calon, selain Rusli Habibie. Suami anggota DPR RI, Idah Syahidah Rusli Habibie itu, masih cukup tangguh memimpin beringin.

Musda Golkar baru akan alot, bila Airlangga Hartarto tak lagi mengizinkan Rusli untuk bertarung di Musda. Maka akan ada banyak kader yang akan diorbitkan untuk calon ketua DPD I. Selain Syarif Mbuinga dan Marten Taha, kemungkinan besar tokoh Golkar Gorontalo di Jakarta bakal ‘turun gunung’ ikut Musda. Seperti Tony Uloli.

Kondisi di internal Golkar Gorontalo itu diutarakan Ketua Harian DPD II Golkar Boalemo Oktohari Dalanggo. Menurutnya, ada klausul dalam aturan partai yang membatasi ketua partai hanya dua periode. Tapi dalam klausul yang lain menyebutkan, ketua partai yang sudah dua periode dibolehkan bisa kembali mencalonkan diri bila mendapatkan rekomendasi atau izin dari Ketua Umum Partai.

“Itu jadi hak prerogatif Ketua Umum. Dan ini sudah pernah terjadi dialami pak Syarif dan pak Thomas yang bisa tiga periode jadi ketua DPD II,” ujar Oktohari.

BACA  Pasar Senggol Dilarang, Legislator Menara Meradang 

Dia mengatakan, Rusli Habibie punya peluang besar untuk bisa terpilih tiga periode menjadi Ketua DPD I. Karena sampai sekarang belum ada nama calon selain Rusli Habibie yang dimunculkan oleh DPD II sebagai pemegang suara mayoritas di Musda nanti.

“Sampai sekarang ini belum ada. Dan kami di Boalemo sudah merapatkan untuk tetap mengusung Rusli Habibie di Musda. Saya yakin DPD II lain juga seperti ini,” jelasnya.

Dia mengatakan, alasan utama kader menginginkan Rusli Habibie untuk tetap memimpin Golkar untuk menjaga agar partai tidak mengalami gejolak gara-gara Musda. Karena bila nanti Rusli Habibie maju maka tokoh-tokoh Golkar yang potensial maju Musda pasti tidak akan mau bertarung dengan Rusli Habibie. Karena Rusli Habibie selama ini dipandang sebagai tokoh pemersatu partai.

“Kecuali kalau Rusli Habibie sudah tidak mau mencalonkan diri lagi. Tentu kondisinya akan lain lagi,” ungkapnya.

Tokoh Golkar dari wilayah Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Warsito Sumawiyono juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya Rusli Habibie masih sangat diperlukan oleh kader dan partai untuk tetap memimpin Golkar Gorontalo. Karena Rusli Habibie selama ini bisa menjaga soliditas partai. Sehingga bisa eksis dalam pertarungan berbagai event politik.

BACA  Gubernur Berharap Pasar Murah Dapat Membantu Warga Selama Ramadan

“Saya pribadi dan seluruh kader-kader partai masih menginginkan pak Rusli Habibie untuk tetap menjadi Ketua Golkar Gorontalo,”jelasnya.

Soal aturan partai yang membatasi dua periode, Warsito justru menyatakan hal itu tidak diatur dalam partai Golkar. Sepanjang figure Ketua Partai masih dianggap layak untuk memimpin partai, maka boleh untuk mencalonkan diri di Musda.

“Toh yang akan menentukan adalah para pemegang suara,” pungkasnya.

Ketua Panitia Musda DPD I Fikram Salilama mengatakan, hingga menjelang pelaksanaan Musda pada 1 Maret mendatang, hanya satu nama calon yang disuarakan oleh seluruh DPD II Golkar yang menjadi pemegang suara mayoritas di Musda.

Yaitu Ketua DPD I Rusli Habibie. Beberapa nama yang selama ini diwacanakan calon ketua DPD I seperti Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha dan Ketua DPD II Pohuwato Syarif Mbuinga, justru menyatakan akan tetap mendukung Rusli Habibie untuk tetap menjadi Ketua DPD I Golkar Gorontalo periode lima tahun mendatang.

“Jadi kemungkinan besar ini akan jadi Musda tercepat. Mungkin hanya akan berlangsung sehari. Karena hanya ada calon tunggal,” ujarnya.

Karena itu dia memastikan, Musda DPD I tidak akan terjadi tarik menarik yang bisa membuat acaranya berlangsung lama.

“Karena nanti para pemegang suara hanya akan mewakili satu orang untuk membacakan dukungannya untuk mencalonkan Rusli Habibie,” ujarnya.

BACA  Bantuan Pangan Bersubsidi Disalurkan ke 1.028 KPM di Tolinggula dan Biau

Fikram mengatakan, kader dan pengurus Golkar masih menginginkan Rusli Habibie memimpin Golkar Gorontalo karena sudah terbukti dan teruji membesarkan partai. Ukurannya adalah hasil Pileg 2019. Kendati kursi Golkar di Deprov Gorontalo turun menjadi 10 kursi dari sebelumnya 12 kursi, tapi hal itu merupakan capaian terbesar partai Golkar.

“Dengan ketatnya persaingan partai di Pileg 2019, 10 kursi Golkar adalah prestasi besar. Karena itu diraih saat partai-partai lain sedang bangkit seperti PDIP, Nasdem, PPP dan Gerindra. Mungkin kalau bukan pak Rusli Ketua Partai, Golkar di Deprov tinggal mendapatkan 4 atau 5 kursi,” jelasnya.

Fikram juga mengatakan, keinginan kader untuk mempertahankan Rusli Habibie demi kepentingan partai. Dia memastikan, keberadaan Rusli Habibie sebagai Ketua Golkar untuk tiga periode tidak akan menghambat regenerasi kader sebagai pemimpin daerah.

“Walau pak Rusli sudah tidak bisa maju Pilgub, tapi beliau akan memberikan kesempatan kepada kader-kader potensial untuk ikut Pilgub. Dan siapapun yang akan diputuskan partai sebagai calon di Pilgub pasti akan didukung secara all out oleh pak Rusli,” jelasnya.
“Jadi sangat keliru kalau ada anggapan ini akan menghambat regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar. Kalau asumsinya posisi ketua partai akan digunakan sebagai jalan untuk pencalonan di Pilgub,” pungkas Fikram Salilama. (gp/hg)


Komentar