Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Musda-Muscab Demokrat! Minus Kabgor, Incumbent Masih Perkasa

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 1 Agustus 2017 | 12:03 Tag: , , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) III Partai Demokrat Gorontalo yang telah berakhir, kemarin (31/7), tak menghasilkan perubahan signifikan untuk posisi ketua partai baik di level Provinsi (DPD) maupun Kabupaten-Kota (DPC).

Para ketua partai yang terpilih mayoritas adalah incumbent. Perubahan hanya terjadi untuk Kabupaten Gorontalo. Ketua DPC periode sebelumnya Amir Habuke harus legawa menerima kekalahan di Muscab setelah mayoritas pemegang suara menjatuhkan dukungan kepada rivalnya Chamdi Mayang.

Agenda utama pelaksanaan Musda-Muscab di Grand Q Hotel Kota Gorontalo pada hari kedua atau hari terakhir kemarin, adalah persidangan untuk pemilihan ketua partai. Tim dari DPP mengawal langsung persidangan yang berlangsung tertutup itu.

Persidangan diawali dari Musda untuk pemilihan ketua DPD. Persidangan berlangsung pagi hari sekitar pukul 09.00 wita. Sebelumnya menguat dua nama yang akan bertarung untuk memperebutkan kursi ketua DPD. Yaitu incumbent Gusnar Ismail dan Ketua DPC Gorut Thamrin Mangindaan.

Namun di detik-detik menjelang pembukaan Musda, Thamrin mengurungkan niatnya untuk maju dalam pencalonan dan mendukung Gusnar Ismail. Hasilnya 8 pemegang suara di Msuda, bulat mendukung Gusnar Ismail untuk kembali menjadi ketua DPD. Sehingga Gusnar Ismail terpilih aklamasi dalam persidangan yang berlangsung sekitar 1 jam itu.

“Saya mundur dari pencalonan karena empat pemegang suara (DPC) yang awalnya mendukung saya ternyata berbalik arah mendukung pak Gusnar. Melihat situasi seperti itu, saya memutuskan batal maju,” ujar Thamrin Mangindaan.

Setelah Musda, persidangan dilanjutkan dengan agenda Muscab untuk pemilihan 6 ketua DPC . Muscab untuk 5 daerah masing-masing Muscab Kota Gorontalo, Bonbol, Pohuwato, Boalemo dan Gorut berlangsung cepat antara 30 menit sampai 1 jam. Karena yang mencalonkan diri hanya satu nama yaitu para incumbent sehingga Muscab berujung aklamasi.

Para incumbent yang masih terpilih kembali yaitu Roby Hunawa Ketua DPC Bonbol, Erman Latjengke Ketua DPC Kota, Thamrin Mangindaan Ketua DPC Gorut, Hardi Mopangga Ketua DPC Boalemo dan Iwan Abay Ketua DPC Pohuwato.

Kejutan terjadi untuk Muscab Kabupaten Gorontalo. Incumbent Amir Habuke tak bisa mempertahankan posisinya sebagai ketua partai karena mayoritas pemegang suara menyatakan dukungan untuk Chamdi Mayang yang maju dalam pencalonan Muscab.

Ada 16 pemegang suara di Muscab Kabgor. Sebelum sidang dimulai, Amir Habuke mengantongi dukungan 3 pemegang suara. Saat sidang sudah dimulai satu pendukung Amir Habuke banting setir mendukung Chamdi Mayang. Karena hanya mengantongi dua dukungan suara akhirnya sidang memutuskan Chamdi Mayang terpilih menjadi Ketua DPC Demokrat Kabgor.

Persidangan Musda-Muscab III yang dimulai sejak pagi, baru berakhir sekitar pukul 16.00 wita. “Alhamdulilah Musda-Muscab bisa berjalan dengan lancar dan kondusif. Pemilihan ketua partai secara serentak ini baru berlaku kali ini,” ujar Ketua DPD Demokrat terpilih Gusnar Ismail.

Setelah terpilih, para Ketua partai diberikan waktu dua minggu untuk menyusun struktur kepengurusan partai yang nanti akan diajukan ke DPP. Gusnar menyatakan, pelantikan untuk pengurus baru akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Nanti yang akan melantik yaitu pak Agus Harimurti Yudoyono (AHY). Nanti kami semua akan dilantik di tempat terbuka,” jelasnya.

Saat membuka acara Musda, Ketua BPOKK DPP Demokrat Gorontalo Pramono Edhie Wibowo mengingatkan para ketua partai yang terpilih untuk menjadi pemimpin yang mengandalkan hati. “Harus jadi pemimpin yang baik hati dan bukan sesuka hati.

Jangan arogan. Yang kalah jangan dendam kesumat. Apalagi sampai pindah partai. Kalau ada yang seperti itu dengan senang hati saya akan menandatangani surat pemecatan partai,” ujar Pramono Edhie Wibowo. (rmb/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar