Kamis, 30 Juni 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Musda PAN Gorut, Ajang Pertarungan Rahmat dan Saiful

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 10 September 2016 | 13:46 Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) disebut-sebut menjadi ajang ‘pertarungan’ dua kader, Saiful Karim dan Rahmat Lamadji.

Uji kemampuan pun bakal tersaji pada momen yang akan dihelat, Sabtu (10/9) di gedung parlemen Pantura.

Kedua figur tersebut masing-masing punya power individu dan punya peluang sama memimpin PAN Gorut menggantikan Roni Imran. Saiful Karim, yang kini menjabat pengurus harian DPW PAN Provinsi Gorontalo dikenal memiliki peran penting dalam kemajuan PAN di Gorut.

Pengalamannya dibidang politik cukup mumpuni, utamanya dalam hal meracik strategi untuk kemenangan partai pada ajang politik. Tak heran untuk memperkuat posisi PAN di parlemen Saiful didrop menjabat posisi Wakil Ketua DPRD Gorut yang merupakan jatah PAN.

Selain kiprahnya itu, Saiful juga dikenal dekat dengan semua kader sehingga peluangnya untuk memimpin PAN Gorut periode 2015-2020 terbuka lebar.

Demikian pula Rahmat Lamadji, Anggota DPRD Gorut yang juga dipercayakan Roni Imran mendampinginya menjalankan roda organisasi sebagai Sekertaris DPD PAN. Kepasitas dan kapabilitas kader yang bakal menjadi rival utama Saiful di Musda mendatang patut diperhitungkan.

Rahmat bisa menjadi sandungan Saiful untuk memimpin PAN Gorut. Secera riil, selama ini Rahmat telah banyak berkiprah membesarkan partai. Kedekatannya dengan kader-kader dan pengurus cukup baik.

Kompetensi individu pun sangat menonjol selama berkiprah di partai dan di parlemen dalam menjalankan pern-peran politik. Peluangnya juga sangat terbuka untuk menjadi Ketua DPD PAN Gorut.

Sehingga disebut-sebut, Musda PAN Gorut merupakan ajang ‘pertarungan’ antara Rahmat Lamadji dan Saiful Karim. Tak heran, sejumlah spekulasi bermunculan, bahwa Musda bakal berlangsung alot dan panaa akibat kehadiran dua tokoh ini sebagai kandidat ketua.

Selain 4 kader lainnya yang sudah mendaftar yakni Lukman Botutihe, Hendra Nurdin, Rahmat Pakaya dan Riskal Gou.

Saiful Karim ketika dikonfirmasi Gorontalo Post mengatakan dirinya siap maju di Musda dan telah melakukan pendaftaran. “Ya, saja maju tapi tidak ngotot,” ujarnya singkat.

Secara terpisah, Rahmat Lamadji mengatakan, persaingan itu oke-oke saja, tapi juga kembali ke mekanisme partai. “Harapan kami setelah ada tim formatur, maka terlahir kata sepakat pada musyawarah nanti,” ujarnya.

Sementara itu, hingga pendaftaran calon tim formatur ditutup kemarin, total ada 6 kader yang mendaftar. Sesuai mekanisme, DPW PAN nantinya akan melakukan seleksi sesuai format yang ada, dan selanjutnya menyampaikan nama-nama pada Musda nanti.

Jika hanya 4 nama yang diumumkan DPW masuk formatur, maka ke empat itulah yang akan bermusyawarah ditambah 1 dari DPW untuk menentukan siapa yang akan menjadi ketua DPD.

Namun, jika lebih dari 4 nama yang diumumkan DPW, maka berlaku mekanisme pemilihan untuk mencari 4 nama menjadi tim formatur. Nah, pada musyawarah tim formatur tidak ada kata sepakat maka dikembalikan ke DPW untuk menentukan keputusan akhir. (idm/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar