Sabtu, 30 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Mushola Al-Hidayah di Sulut Dirusak, Ini Sikap KAHMI Kota Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar dari Timur , pada Kamis, 30 Januari 2020 | 13:14 WITA Tag:
  Kristina Mohamad Udoki


Hargo.co.id, GORONTALO – Aksi perusakan terhadap Mushola Al-Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara (Minut) Sulawesi Utara (Sulut) memantik reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya yakni KAHMI Kota Gorontalo.

Informasi yang berhasil dihimpun, KAHMI Kota Gorontalo mengeluarkan pernyataan sikap diantaranya mengutuk keras aksi oknum-oknum yang merusak Rumah Ibadah Umat Islam di Minahasa Utara. Perlu disampaikan bahwa perusakan Mushola Al-Hidayah di Perum Agape berlangsung pada Rabu (29/01) 2020) pukul 17.28 Wita. Aksi tersebut lantas viral di media sosial dalam bentuk video

Sikap KAHMI Kota Gorontalo berikutnya, meminta kepada aparat Kepolisian mengusut tuntas dan segera mengambil langkah – langkah konkrit. “Siapapun pelakunya, merusak tempat ibadah merupakan tindakan kriminal yang harus diproses hukum,” tegas Ketua Umum KAHMI Kota Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki.

Lanjut katanya, meminta kepada TNI dan Polri untuk memberikan jaminan keamanan kepada saudara – saudara kaum Muslimin dan Muslimat di Kabupaten Minahasa Utara.

“Kami juga meminta kepada pak Presiden Joko Widodo, Menteri Agama RI, Pemerintah Sulut, Pemerintah Minahasa Utara untuk berlaku adil dan tegas, dengan menghadirkan rasa keadilan kepada semua pihak, terutama saudara – saudara Muslim di Minahasa Utara,” kata Kristina Mohamad Udoki.

Kristina Mohamad Udoki mengimbau kepada semua pihak dapat menahan diri, dan bersama sama menciptakan suasana saling menghargai sesama dalam kehidupan. Hidup bergandengan tangan membangun kerukunan umat beragama.

“Peristiwa ini bukan cerminan masyarakat Minahasa yang selalu menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan kerukunan umat beragama,” kata Kristina Mohamad Udoki mengunci pernyataan sikap yang disampaikan dengan dasar Semangat Cinta Tanah Air dan Hidup Rukun antar Sesama Ummat Beragama.

Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Kristina Mohamad Udoki (Ketua Umum) dan Husin Ali (Sekretaris Umum) di Gorontalo pada 30 Januari 2020. (red/hg)

Loading spinner

Komentar