Sunday, 19 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Musik Wiski

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Wednesday, 15 September 2021 | 10:05 AM Tags: , , ,
  Musik Wiski - DI'SWay

Oleh : Dahlan Iskan

PUN di negara yang sangat miskin. Selalu ada saja orang yang super kaya. Termasuk di Afghanistan. Yang begitu miskin. Yang pendapatan per kapitanya hanya sekitar USD 400 per tahun. Yang berarti masih 10 kali lebih miskin dari rerata penduduk Indonesia.

Para pejuang Taliban umumnya tergolong lapisan termiskin itu. Tapi sejak tanggal 15 Agustus lalu pejuang miskin itu bisa merasakan bagaimana berada di rumah orang terkaya di sana.

Itulah rumah konglomerat Afghanistan: Abdul Rashid Dostum. Ia jagoan, jenderal, kaya-raya, dan pernah jadi calon presiden –meski gagal.

Dostum dari daerah utara. Sukunya Uzbek. Ia tidak tamat SMA. Ia dari keluarga petani. Saat muda ia jago berkelahi. Ditakuti. Lalu jadi tentara. Lebih ditakuti lagi.

Ia memiliki bakat menjadi ketua kelompok. Ia lantas punya massa dalam jumlah besar. Khususnya di kawasan utara Afghanistan.

Begitu hebatnya sehingga ia punya nama panggilan hebat: Pasha. Yang artinya ”raja”.

Ketika Amerika membawa demokrasi liberal ke sana, 2001, Dostum mendirikan partai: Junbish-e Milli. Gerakan Nasional. Berbasis pengikut dari suku Uzbek dan menjadi partai besar –setidaknya khusus di wilayah utara.

Rumahnya yang di kota Kabul tidak pantas disebut rumah –saking besar dan hebatnya. Itu lebih tepat dibilang istana swasta.

Dostum ketakutan saat Taliban menguasai Afghanistan. Ia menghilang 15 Agustus lalu –di hari yang sama dengan ngacirnya Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Sang presiden lari terbang ke Dubai. Dostum terbang entah ke mana –kemungkinan besar ke Uzbekistan. Ia memang juga punya istana di Uzbekistan.

Istana Dostum yang di Kabul itu ditinggalkan begitu saja. Taliban –yang sudah menguasai hampir seluruh wilayah negeri– hari itu memasuki ibu kota Kabul dengan mudahnya. Mereka menguasai istana presiden. Tanpa perlawanan sama sekali. Sekejap kemudian Taliban juga menguasai istana swasta milik Dostum.

Kini sebagian pasukan Taliban –dari divisi Salahudin Al Ayubi– menduduki istana Dostum. Itulah divisi yang menjadi salah satu kekuatan militer utama Taliban.

Di taman-taman istana itu terlihat banyak tentara Taliban lagi duduk-duduk. Lengkap dengan teman setia mereka: senjata modern peninggalan Amerika.

Tiga hari lalu wartawan kantor berita Prancis, AFP, diundang Taliban ke istana swasta itu. Sang wartawan diajak tur keliling istana: melihat kemewahannya.

Diperlihatkan juga taman di halaman yang sangat luas. Juga fasilitas apa saja yang ada di rumah besar itu: gym, sauna, bar, dan ruang-ruang mewah di dalamnya.

Tulisan wartawan itu dimuat banyak media di dunia. Tergambar jelas betapa kontras antara kehidupan miskin rakyat Afghanistan dengan kemewahan rumah Dostum. Kontradiksi itulah memang yang ingin diungkap dari mengundang wartawan tersebut.

Semasa pendudukan Amerika memang muncul banyak sekali orang kaya baru di Afghanistan –meski Dostum adalah orang kaya lama. Banyak juga guru bahasa Inggris yang tiba-tiba menjadi penerjemah komandan tentara Amerika. Mereka mendapat penghasilan besar. Dan itu kurang penting. Yang lebih utama adalah: mereka mendapat kepercayaan dari Amerika. Lalu mendapat proyek besar. Terutama di bidang pengadaan logistik.

Bayangkan, setiap hari Amerika mengeluarkan dana hampir USD 300 juta. Atau sekitar Rp 5 triliun. Sekali lagi: itu setiap hari. Selama 7.000 hari terus-menerus. Semua itu harus dikerjakan oleh swasta. Asing maupun lokal.

Tapi mengapa Taliban menduduki istana swasta ini? Bukankah banyak orang superkaya baru lainnya?

Dostum itu beda –di mata Taliban. Dostum adalah the most wanted person di mata mereka. Sebagai jenderal, Dostum banyak memimpin perlawanan terhadap Taliban. Bahkan di masa pendudukan Amerika Dostum dianggap pernah melakukan pembantaian tahanan Taliban dalam jumlah besar –lebih 1.000 orang sekaligus. Yakni di sebuah padang yang terisolasi di Afghanistan.

Bahwa Dostum kini menghilang itu sudah menjadi bagian dari hidupnya. Di masa Taliban 1.0 berkuasa, Dostum lari ke Peshawar, kota di Pakistan yang terdekat dengan Afghanistan. Ia juga pernah lari ke Turki. Atau ke Uzbekistan.

Dostum punya rumah di banyak negara. Ia juga salah satu penggemar minuman keras Rusia, Vodka. Ia tidak bisa hidup tanpa itu. Berner made in Jerman selalu ada di rumahnya.

Ketika ditanya media berapakah istrinya, Dostum menjawab dengan canda: Tuhan hanya satu, istri juga harus hanya satu.

Karir politik tertinggi Dostum adalah menjadi wakil presiden. Selama 6 tahun. Cukup lama untuk ukuran sebuah negara yang belum stabil. Yakni antara 2014 sampai 2020. Di Pilpres 2020 ia maju sebagai Capres. Kalah. Ia tidak masuk lagi di kabinet Presiden Ashraf Ghani berikutnya.

Taliban akan menjadikan istana Dostum itu sebagai peringatan: tidak boleh lagi ada korupsi yang seperti ini.

Tapi prinsip Dostum tentu sangat berbeda dengan Taliban. Inilah motto Dostum yang sangat terkenal: “Kita tidak akan mendukung pemerintahan mana pun yang melarang musik dan wiski.” (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan pada artikel berjudul: Pasangan Muda

Pemilihan komentar terbaik hari ini, mohon maaf, kurang objektif. Ketika membaca semua komentar itu pikiran saya tidak bisa konsentrasi. Saya terlalu banyak tertawa sendirian. Begitu banyak yang menarik dan lucunya. “Humor adalah alat move on terbaik di jagad raya”. (Dahlan Iskan)

harno suharno
Eh… adik walet…dengerin yaa. Coba ubah kebiasaan. Kawin saja dulu. Ngga usah nunggu punya rumah dulu. Setelah itu membangun rumah bareng, usaha bareng2. Coba dech

Uk Ge Aa
Pagi2 sdh mbrebesmili, airmataku habis untuk menangisi nasibnya kliwan & alay, aku hanya berpesan “jaga telormu baik2 lay…

Sinatriyo Puguh
sarang burung = sarung

Demi Ko
Lebih menyedihkan sapi perah pak.sudah di lecehkan tiapa pagi nggak di kawin2

Anak Alay
… .iyah . .. .  logis sangat walet itu kebalikan ama manusia yak . .. . hamil bikin telur klo manusia telur bikin hamil sangat antitesa!!

Kampretos
Makan sarang burung = hancurin rumah pasangan mesra walet, Makan daging = bunuh keluarga sapi/kambing/ayam, Pake cincin mutiara = menyiksa siput mutiara lahir bathin sampe mati, Minum susu = mengambil hak anak2 sapi/kambing/onta, Minum madu = hancurkan kerajaan 1 koloni lebah yang susah payah dibangun, Bersihin sarang semut = genosida

Ibnukembar
Pengusaha yang loman pada sumber rezikinya. Ya, pengusaha burung walet. Buktinya, burungnya belum datang saja, sudah dibuatkan gedung yang tinggi menjulang..

donwori
meningkatkan produksi sarang burung walet dengan metode poligami burung. sepertinya itu ide yang menarik, bah…

Mbah Mars
Tipologi suami istri di dunia hewan mirip di dunia manusia. Suami istri yg setia dan menjaga kesucian ada di kalangan walet. Selama ini yg dianggap ideal adalah merpati. Merpati tak pernah ingkar janji. Tipe suami yg hanya mau enaknya sendiri dipraktekkan para ayam. Si betina yg hrs jungkir balik membesarkan anak. Sementara tipe yg paling hancur2an dijalani para bebek. Si ayah dan ibu kawiiiin melulu. Giliran lahir anak diopeni pihak lain. Anda termasuk yg mana nih ?

hijriah.id
Perlu dipikirkan sarang pengganti terbuat dari plastik, agar dua sejoli tetap bisa kawin. Supaya sarang imitasi ga terlalu keras boleh lah dilapisi karet dikit permukaannya, agar ketika tidur punggung walet betina ga memar-memar.

andi andi
Wkwkw, Tulisan kali ini lucu. Sebuah Apresiasi utk komentator setia Disway, Kliwon & Anak Alay. Komen kali ini pun lucu2. Membuat pagi ini lebih berwarna. Serupa warna rona wajah isteri yg kemerahan krn  kegirangan. Dia yg ikut baca Disway rupanya sangat setuju dg Walet yg setia dgn pasangannya. Sambil nyelutuk ke saya ” Tiru tuh mas, burung Walet “. Trus sy bilang ke isteri ” Mungkin itu Walet kampung. Walet kota bisa saja beda. Bisa selingkuh dg betina yg lebih aduhai. Ato dgn yg sejenis. Kan ga di hukum. Klu di hukum pun kan masih bisa ttp eksis”. Isteri pun mencubit paha sy.

Wyg2021 Reader
Sudah ada jalan keluar dari petani/pengusaha Sarang Burung Walet kreatif yang punya empati dan punya wawasan konservasi  yaitu dengan MENUKAR sarang burung asli yang akan digunakan untuk kawin pasangan burung yang tekun dan setia mempersiapkan tempat untuk kawin dan berreproduksi dengan SARANG BURUNG ARTIFICIAL. Sarang burung walet artificial begini sudah ada dijual on-line di Toped salah satunya.

Ananda Karya
Itulah kenapa setia hati tunas muda winongo madiun memakai logo walet. Begitu tinggi filosofi kesetian yang dilambangkan oleh burung walet

Liam
tetangga nya Kliwon suka kawin ,gak bangun rumah, tetangga nya Alay punya dua telor. Kliwon dan Alay tetanggaan. kata si Alay di bawah. Sekarang sudah jelas mana yang doyan kawin dan mana yang punya 2 telor

LALANG
Ya ampun, ga tega diriku. Wahai walet, kalau memang begitu keadaanmu, dengarkan janjiku (meski aku tahu dirimu tak baca Disway): aku wakafkan saja rumah yang kubangun itu untukmu. Tak akan kupanen selamanya. Aku janji

Pryadi Satriana
Manusia adalah Penguasa Bumi, Sang Khalifah. Wakil Allah di bumi, created “in the image of God,” karena itulah dalam ajaran agama dan kepercayaan, apa pun ‘nama’/’sebutan’-nya, manusia mempunyai “kerinduan kepada Allah”, diwujudkan dalam doa, sembahyang. Kata itu dari “sembah” & “Hyang”, sebutan yg mengacu pada Allah. Menguasai tidak berarti menguasai, tapi memanfaatkan. Supaya pemanfaataan itu berkelanjutan perlu pemeliharaan. “Memayu hayuning bawana.” Memperindah bumi yang sudah begitu indah. Ada unsur ‘take’ & ‘give.’ Dalam budaya Jawa dikenal ‘sedekah bumi.’ Dalam Islam ada ‘zakat’, ‘infaq’, dan ‘sedekah.’ Dalam Kristen ada ‘persepuluhan’, “mengembalikan” sepersepuluh dari rejeki yg diterima. Dalam Buddhism pemberian disebut ‘dana’, terbagi dalam empat kelompok: berupa materi, berupa tenaga, terkait hati & perasaan (menyenangkan sesama, memaafkan, mengampuni, dsb.), dan “menunjukkan jalan kebenaran” kepada sesama. Yg terakhir ini disebut ‘Dhamma Dana.’ Dalam setiap agama & kepercayaan, selalu ada ajaran untuk “mengembalikan.” Semua “pengembalian” ini untuk mengingatkan kita: “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.” Apa yang kita tinggalkan saat kembali kepadaNya. Salam.

Leong Putu
Jangan lupa, Ada juga pengusaha walet yg tidak merusak ekosistem walet. Bahkan tempatnya bisa di pusat perbelanjaan dan hotel. Jenis usaha Walet Parking. Salam…

Panggiring At Alasroban
Nampaknya perlu ada semacam undang-undang yang merngatur sarang walet ini. Mungkin harus ada semacam quota. Berapa % sarang perawan yang boleh di ambil. berapa % sarang sekali bertelur yang boleh di ambil. dst. Agar berkelanjutan. Dan tak terlalu kedjam dengan merampok rumah pasangan muda walet.

(Visited 37 times, 1 visits today)

Komentar