Selasa, 24 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Musim Hajatan, Permintaan Ayam-Daging Meningkat

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Sabtu, 11 November 2017 | 13:15 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Tak bisa dipungkiri lagi, masuknya bulan Safar dalam kalender Islam sejak pertengahan Oktober hingga pertengahan bulan November 2017 ini menjadi berkah tersendiri bagi warga Gorontalo yang ingin melangsungkan hajatan. Bulan Safar, diyakini adalah salah satu bulan baik untuk melaksanakan hajatan, terutama pernikahan.

Nah, salah satu yang paling sumringah menanti bulan Safar ini adalah para pedagang. Ya, saking banyaknya hajatan atau musim nikah, permintaan menanjak sejak akhir Oktober 2017 lalu. Pedagang yang paling merasakan kucuran rejeki ini adalah pedagang ayam dan pedagang daging sapi.

Umar Dude (36) salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Sentral Kota Gorontalo mengakuinya. Menurutnya, sudah menjadi tradisi bahwa setiap menjelang penghujung tahun banjir akan permintaan daging ayam potong atau ayam broiler, tidak terbatas pada bulan Safar saja, “Kalau tahun ini, memang bertepatan dengan bulan Safar. Iya, memang banyak sekali permintaan, sekarang kan lagi musim pesta nikah. Ada juga sebentar acara walimah,” kata Umar, kemarin, Jumat (10/11).

BACA  Hujan Disertai Angin Terjang Asparaga, Dua Unit Rumah Roboh

Jika pada hari biasa dia menjual rata-rata 30 sampai 35 ekor dalam sehari, maka sejak masuk bulan Safar ini Umar bisa menjual hingga dua kali lipat, mencapai maksimal 75 sampai 84 ekor per hari. “Tapi itu sifatnya memang borongan, jadi harganya ada diskon.

BACA  Akibat Arus Pendek, Satu Unit Rumah di Pohuwato Jadi Arang

Karena kita juga mau bersaing dengan pemilik kandang. Ada yang mau beli ayam pedaging yang banyak, mereka langsung membeli di kandang karena bisa lebih murah,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Tin Patamani (41), pedagang daging sapi. Menurutnya, permintaan daging pada musim hajatan memang tinggi. Namun, mereka tidak berani untuk menaikkan harga untuk menjaga permintaan.

Saat ini, daging sapi di pasar sentral Kota Gorontalo harganya Rp 110 Ribu per Kg dan Rp 120 Ribu per Kg untuk kualitas daging super. “Musim pesta, saya bisa jual bisa sampai 50 Kg per hari. Itu lebih dari dua kali lipat pada hari biasanya,” jelas Tin.

BACA  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Petinggi Jamaah Islamiyah di Lebak

Abdul Rahman, salah satu tokoh agama di Kabupaten Gorontalo mengatakan, bulan Safar biasa juga disebut dengan Shafarul Khair yang memiliki arti kebaikan. Namun menurutnya masih ada segelintir orang yang menganggap bulan tersebut adalah bulan yang memberikan kesialan.

“Itu tidak benar. Itu pahamnya zaman Jahiliyah. Tapi di Gorontalo, Alhamdulillah, semuanya sudah mengetahui bahwa bulan Safar adalah bulan yang baik. Dan setiap bulan dalam pandangan Islam memiliki keutamaan masing-masing. Jadi, pada dasarnya, hari dan juga bulan dalam satu tahun tidak ada yang sial atau menimbulkan bencana karena itu pada hakekatnya kembali pada ketentuan yang sudah menjadi takdir Ilahi,” pungkasnya.(axl/hg)


Komentar