Sabtu, 24 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nasabah Koperasi Terus Meningkat, Pendapatan juga Naik Setiap Tahun

Oleh Fajriansyach , dalam Ekonomi , pada Rabu, 18 Oktober 2017 | 15:42 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Koperasi di Gorontalo kini seakan tak ingin kalah bersaing dengan perbankan dan sejumlah perusahaan pembiayaan lainnya. Betapa tidak, dari tahun ke tahun, nasabah di beberapa koperasi besar di Gorontalo terus meningkat. Ini menjadi sinyal bahwa koperasi kini menjadi salah satu lembaga yang mulai diminati warga, terutama mereka para pedagang dan pelaku usaha kecil.

Misalnya, koperasi di Kecamatan Dungingi. Koperasi ini, setiap tahunnya mengalami peningkatan nasabah. Bukan hanya itu saja, tingkat presentasi pendapatan pertahunnya pun tergolong cukup positif bagi suatu badan usaha. Hal ini terlihat dari jumlah nasabah pada tiga tahun terakhir yang terus meningkat tajam.

BACA  Materai Baru Rp 10.000 Sah Digunakan untuk Dokumen Elektronik

Tahun 2014, jumlah nasabah koperasi sebanyak 3.197 orang, 2015 meningkat menjadi 3.582 nasabah, dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 3.908 nasabah, dengan rata rata peningkatan pendapatan pada tahun 2014 mencapai 81 persen, 2015 turun 12 persen, 2016 naik menjadi 15 persen, hingga pada per 31 Januari 2017 menjadi 13 persen.

Jalannya usaha koperasi di Kota Gorontalo tidak terlepas dari peran masyarakat itu sendiri dan bagaimana cara pengelolaan usaha tersebut. Seperti yang diungkapkan Wiko Husain, penanggungjawab salah satu koperasi di Kota Gorontalo.

BACA  Archipelago Berkembang di Sulawesi dengan Aston Baru di Gorontalo

Menurutnya, kendala yang sering dihadapi koperasi pada umumnya iyalah masyarakat itu sendiri yang berkaitan dengan masalah pengembalian setoran. Menurutnya, usaha koperasi dewasa ini harus kuat dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Selain itu, kejelian dalam memanfaatkan situasi menjadi suatu cara untuk mempertahankan koperasi.

“Masalah yang banyak dihadapi koperasi saat ini tidak lain adalah pengembalian setoran dari nasabah, bila penyetoran terlambat pastinya perputaran modal dari KSU ini akan tersendat, maka dari itu kejelian perlu di tingkatkan dalam melihat celah, bila nasabah di suatu daerah mengalami permasalahan yang serupa, maka dari pihak KSU harus mencari nasabah lain di daerah yang berbeda, sehingga dapat menutupi kekurangan dari nasabah lama, masalah tersebut yang mejadikan banyak dari koperasi yang akhirnya tutup kaena tidak dapat berbuat demikian,” tuturnya saat diwawancarai Gorontalo Post.

BACA  Air Sungai Bulango Surut, Penambang Pasir Sedot Rupiah

Sementara itu, Rinto, salah seorang nasabah koperasi saat diwawancarai mengaku peminjaman dana di koperasi jauh lebih mudah dan cepat cair. “Prosesnya tidak lama, bahkan untuk dana di bawah 5 juta saja bisa langsung cair asalkan usaha yang kita bangun benar benar ada dan berjalan baik,” ujarnya.(dan/hg)


Komentar