Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nelayan Bolihuangga Ditemukan Tewas Tenggelam

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 7 April 2017 | 16:37 PM Tag: , ,
  

LIMBOTO – Hargo.co.id Warga Kelurahan Bolihuangga, Limboto, Kemarin (6/4) dibuat gempar dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung diperairan Danau Limboto, Kelurahan setempat.

Mayat yang diketahui bernama Adam Langgelo (33), ini merupakan nelayan di daerah tersebut. Saat ditemukan, jasad Adam dalam posisi tertelungkup di permukaan danau yang tidak jauh dari rumahnya.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, Adam turun ke danau sekitar pukul 08.00 wita untuk mencari ikan seperti hari-hari biasanya. Tak ada yang menyangka itu adalah saat terakhir pria 1 anak itu mengail. Sekitar pukul 12.30 wita.

Arman Abidin (14) yang baru pulang dari sekolah menuju rumah hendak singgah di danau Limboto, tiba-tiba ia kaget setelah melihat tubuh manusia yang mengapung di permukaan danau.

Arman yang ketakutan pada saat itu langsung berlari dan melaporkannya ke warga di sekitar lokasi. Warga pun langsung berkumpul mengerumuni tempat tersebut, mereka ramai-ramai menggotong tubuh pria besar itu ke daratan.

Setelah di cek, jasad yang sudah tidak bernyawa itu ternyata adalah Adam Langgelo yang tidak lain merupakan nelayan di daerah tersebut.

Jasad Adam kemudian langsung digotong ke rumahnya yang tidak jauh dari tempat ia ditemukan. Isak tangis keluarga korban menyambut kedatangan Adam yang dibawa warga dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Menurut kelurganya, Adam yang meniggalkan istri dan 1 anak perempuan ini, sudah lama menderita penyakit jantung. Sehingga diperkirakan, penyakit tersebut kambuh disaat ia sedang mencari ikan di Danau, hingga akhirnya ditemukan tenggelam.

Pihak keluarga memilih untuk langsung menyemayamkan korban di rumah duka, dan menolak untuk dilakukannya otopsi. Dan rencananya pagi ini jasad Adam akan dikebumikan di Kelurahan Bolihuangga, Kecamatan Limboto.

Inang Uno, Kepala Lingkungan setempat yang juga paman korban mengatakan, sebelum pergi ke danau Adam masih sempat berkumpul bersama keluarganya. “Tadi pagi sekitar jam 7, saya masih sempat ketemu dengannya. Kemungkinan dia (Adam,red) turun ke danau jam 8 pagi dan ditemukan warga jam stengah 1 siang,” ujarnya.

Inang menambahkan, dirinya selaku pihak keluarga merasa sangat terpukul dengan kepergian Adam ini. Melihat Adam merupakan tulang punggung dari keluarganya, yang menjadi satu-satunya tumpuan perekonomian bagi istri dan anaknya. (tr-55/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar