Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nelayan Danau Limboto Dilarang Gunakan Pukat

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 10 Juli 2017 | 11:09 WITA Tag:
  


Hargo.co.id TELAGA JAYA – Penggunaan pukat oleh nelayan di Danau Limboto untuk menangkap ikan kini mulai ditindaki secara serius oleh pemerintah dengan melarang tegas aktivitas yang dinilai merusak biota di Danau Limboto itu.

Bahkan kini telah dilakukan operasi rutin untuk memantau pengunaan pukat atau yang disebut pajala oleh nelayan setempat ini.

Namun rupanya, hal tersebut berdampak pada perekonomian para nelayan pesisir danau.

Pantauan Gorontalo Post di Danau Limboto, nampak tak terlihat lagi penggunaan pukat ini karena para nelayan sudah takut terjaring operasi.

BACA  Duel di Terminal Andalas, Pria Asal Bolmut Tewas

Nelayan tersebut pun kini tak bisa melakukan aktivitas menangkap ikan karena mereka hanya bergantung pada penggunaan pukat ini.

Di sejumlah titik, terlihat beberapa nelayan yang masih turun menangkap ikan menggunakan pancing dengan menaiki perahu.

Namun mereka mengakui, jumlah tangkapan mereka sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan menggunakan pukat.

Nino (43) salah satu Nelayan di Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, mengeluhkan kebijakan pemerintah ini.

BACA  Gedung BPD Pulubala Terbakar, Dokumen Penting Ikut Ludes

“Satu-satunya mata pencaharian kami hanya ini pak, jadi kami harap ada solusi dari pemerintah agar kami bisa kembali mengais rejeki di danau,” keluhnya.

Nino mengakui, dia besama para nelayan lainnya sudah bertahun-tahun menggunakan pukat karena hasil tangkapannya bisa lebih maksimal.

“Kalo pake pajala, lebe banyak ikan yang mo dapa, jadi cuman itu yang bisa kami andalkan dalam mencari ikan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, saat dikonfirmasi, mengatakan, larangan penggunaan pukat ini diterapkan untuk menjaga kelestarian danau Limboto, mengingat hal tersebut bisa mengancam ekosistem di Danau Limboto.

BACA  Ban Pecah, Pengemudi Mobil Seruduk Pengendara Sepeda Motor di GORR

Karena lubang jaring yang sangat kecil pada pukat membuat ikan-ikan kecil bisa ikut terjaring.

“Kami akan menyiapkan alternatif lain untuk para nelayan agar mereka bisa kembali mencari ikan tanpa menggunakan pukat lagi dan itu kami akan koordinasikan dengan para kepala desa dan lurah setempat,” jelasnya.(tr-55/hargo)


Komentar