Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nelson-Idris Bakal Jadi Kuda Hitam di Musda Demokrat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 21 Maret 2017 | 11:59 Tag: , , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Demokrat Gorontalo untuk memilih ketua partai tingkat provinsi, tinggal menunggu penetapan jadwal dari DPP. Sejauh ini ada empat nama yang dianggap layak ikut dalam kontestasi pemilihan ketua partai tersebut. Yaitu, Gusnar Ismail yang kini memimpin Ketua Demokrat Gorontalo, Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo, Wakil Gubernur terpilih Idris Rahim serta salah satu pengurus DPP Demokrat Yosef Tahir Maruf yang merupakan putra Gorontalo.

Gusnar Ismail masih dianggap layak untuk ikut Musda. Karena dia sudah berpengalam memimpin Partai Demokrat selama lima tahun terakhir. Ini menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki Gusnar Ismail yang tidak dimiliki para kandidat lain. Setidaknya, para pengurus dan kader Demokrat sudah bisa mengukur sejauh mana kemampuan Gusnar Ismail yang juga mantan Gubernur Gorontalo itu dalam memimpin partai melewati beberapa event politik baik pilkada,pileg dan pilpres.

Sementara Nelson Pomalingo yang diusung Partai Demokrat saat memenangkan Pilkada Kabupaten Gorontalo 2015 lalu juga dianggap layak untuk mencalonkan diri pada musda mendatang. Posisi Nelson sebagai kepala daerah menjadi nilai tambah tersendiri dalam pencalonan di Musda. Apalagi Nelson memimpin Kabupaten Gorontalo yang menjadi daerah dengan jumlah pemilih terbanyak di provinsi Gorontalo.

Kelebihan yang tidak jauh berbeda juga dipunyai Wakil Gubernur terpilih Idris Rahim. Demokrat yang juga mengusung Idris Rahim di Pilgub 2017 tentu juga akan bisa mendapatkan nilai tambah politik bila partai berlogo mercy itu dipimpin Idris Rahim. Karena otomatis Demokrat menjadi bagian dari partai penguasa di Provinsi Gorontalo selama lima tahun mendatang.

Sementara Yosef Tahir Maruf juga tidak bisa dipandang remeh. Posisinya sebagai bagian dari kepengurusan DPP, tentu tidak akan menyulitkan bagi Yosef Tahir Maruf yang akrab dengan panggilan Yotama, untuk mendapatkan rekomendasi dan dukungan DPP sebagai pemilik partai pada musda nanti.

Namun dari empat nama yang dianggap layak untuk ikut dalam Musda nanti, Nelson Pomalingo dan Idris Rahim berpeluang menjadi kuda hitam. Karena dua tokoh yang telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Demokrat itu, memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh Gusnar Ismail dan Yotama. Yaitu menempati posisi pimpinan daerah. Pengalaman politik selama ini menunjukkan, keberadaan kader partai dalam pucuk pimpinan eksekutif akan memberikan kontribusi signifikan dalam membesarkan partai utamanya dalam menambah jumlah kursi DPRD melalui momentum pemilihan legislatif (pileg).

Tapi, Sekretaris DPD Demokrat Arifin Djakani punya pandangan berbeda. Dia meyakini, kans Gusnar Ismail untuk terpilih kembali sebagai Ketua DPD Demokrat Gorontalo masih besar. Sebab Gusnar menurutnya telah mendapatkan dukungan dari mayoritas DPC yang memegang suara di Musda. “Semua pimpinan DPC masih menginginkan pak Gusnar memimpin kembali Demokrat untuk lima tahun mendatang,” ungkapnya.

Dia mengatakan pemegang suara di Musda nanti terdiri dari 6 DPC, satu suara mewakili DPD, satu suara dari DPP dan satu suara dari organisasi sayap. “Dari komposisi itu saja sudah tergambar peta dukungan dari pak Gusnar. Apalagi para ketua DPC ini kan rata-rata juga masih ingin maju kembali dalam ajang Muscab nanti,” pungkasnya. (rmb/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar