Rabu, 1 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nelson Pomalingo Usul SMP Dihapus, Ingin Tahu Alasannya?

Oleh Berita Hargo , dalam Edukasi Gorontalo Indonesia 99 Kata , pada Kamis, 20 Februari 2020 Tag:
  Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo


Hargo.co.id, GORONTALO – Program wajib belajar sembilan tahun, telah dicanangkan puluhan tahun lalu, namun dinilai tak sukses. Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo menyampaikan hal itu, sebab di Kabupaten Gorontalo 65 persen warganya hanya berijazah SD, atau tidak melanjutkan ke jenjang SMP.

“Ini sementara kita rancang, bagaimana kalau SMP kita hapuskan saja, kita satukan SD dan SMP menjadi satu atap,” ujar Nelson Pomalingo.

BACA  Dewan Masjid Dukung Surat Edaran MUI Gorontalo

Satu atap ini yang nanti akan dilegitimasi menjadi pendidikan dasar. Sehingga tidak ada lagi ijazah SD, yang ada hanya ijazah SMP. Sehingga setiap siswa mau tidak mau harus sekolah selama 9 tahun.

“Kalau tidak (begini) setelah lulus SD sudah tidak mau sekolah lagi dia, putus. Tapi kalau (ijazahnya nanti) sampai SMP maka akan dikejar terus,” terang mantan rektor UNG itu.

BACA  Perindah Taman Budaya, Pemkab Gorontalo Bangun Food Court

Karena memang dalam undang-undang yang diatur hanya pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar itu SD dan SMP. Dengan peleburan SD dan SMP, maka yang didapat pertama jalan tol untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Terjadi efisiensi, baik itu guru maupun pihak sekolah.

Sementara fasilitas sekolah SMP nantinya bisa dialih fungsikan menjadi sekolah menengah atas atau SMK. Dengan langkah ini, akan membuat jumlah SMA meningkat, serta membuka peluang lebih besar bagi lulusan untuk lanjutkan pendidikan.

BACA  Nelson Pomalingo Nilai Keuangan Daerah dalam Batas Kewajaran

“Pak menteri akan saya undang bulan depan, dan salah satu usulan saya. Biasanya orang muda dikasih usulan langsung respons bagus. Mudah-mudahan ini bisa disahuti,” tutur bupati. (nat/hg)