Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nestapa Warga Desa yang Terisolasi Akibat Buruknya Infrastruktur

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 9 Januari 2018 | 09:29 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Buruknya kondisi infrastruktur tidak hanya di timur Indonesia yang selama ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Di Riau, tepatnya Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, jalanan tidak kalah buruknya.

Tiap musim hujan, kondisi jalan selalu amburadul, bahkan bisa mengakibatkan daerah terisolasi. Imbasnya, harga bahan pangan melejit dan akses ke layanan kesehatan sulit dicapai.

Delapan desa di kawasan itu hampir bisa dikatakan terisolasi lantaran akses ke luar babak belur. Jalanan dihajar hujan hingga berlumpur. Pasokan sembako yang terhambat menjadikan harga naik dua kali lipat.

Ilustrasi Jalan berlumpur

Ilustrasi Jalan berlumpur (dok. JawaPos.com)

Kepala Desa Tanjung Mas Buharis menyebutkan, sejak dua pekan terakhir jalan itu tidak lagi bisa dilewati kendaraan roda empat.

Mobil pengantar sembako harus berputar untuk mencapai lokasi, melewati sejumlah desa. Jalan rusak juga mengakibatkan berbagai komoditas warga desa tidak bisa dibawa ke luar. “Untuk saat ini, memang sembako masih tersedia,” kata dia kemarin (8/1).

Namun, Buharis yakin bahwa kondisi itu tidak akan lama lagi. Selain harga yang makin mahal, kemampuan yang dimiliki warga untuk membeli semakin tipis. “Kalau tidak cepat diperbaiki, bisa gawat. Paling hanya sepekan bisa bertahan. Harga sembako sudah dua kali lipat sekarang,” imbuhnya.

Kondisi serupa sebenarnya juga terjadi tahun lalu. Hanya, penanganan lebih cepat sehingga permasalahan di sejumlah desa bisa segera teratasi. Beda dengan tahun ini. Jalan rusak sudah memakan korban dari desa tetangga yang lebih jauh ke dalam, yakni Desa Sungai Harapan.

“Waktu itu ada warga membawa anak yang sakit di gendongan. Tapi, karena jalan rusak, naik turun kendaraan, baru sampai desa kami di Tanjung Mas, anak itu meninggal. Maka, kami meminta perhatian segera untuk permasalahan ini,” ucap dia.

Camat Kampar Kiri Agus Tar menyebutkan, ribuan KK akan terdampak kerusakan jalan tersebut. Dari delapan desa yang terdampak, rata-rata tiap desa dihuni sekitar 200 keluarga. Artinya, total warga yang terdampak mencapai 1.600 keluarga.

“Kami sudah melakukan pertemuan lintas sektoral dengan sejumlah kepala desa yang terdampak. Usulan perbaikan akan dikirim ke dinas PU provinsi pada hari ini (kemarin, Red).”

(end/c11/fat)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar