Kamis, 4 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



New Normal di 4 Provinsi, Memang Perlu Mengerahkan TNI dan Polri

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 26 Mei 2020 | 22:05 WITA Tag: , , , , ,
  Prajurit TNI yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membantu Pemerintah mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) ke berbagai daerah. Foto: Puspen TNI


Hargo.co.id, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengajak masyarakat mendukung tatanan kehidupan new normal dalam situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menekan penyebaran COVID-19..

Seperti dilansir jpnn.com, Poyuono menjelaskan new normal merupakan tatanan kehidupan aktivitas masyarakat yang harus tetap menjalankan roda kehidupan ekonomi dan interaksi sosial di saat belum adanya obat atau vaksin mencegah dan mengobati Covid-19.

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan TNI dan Polri untuk memulai persiapan new normal di empat provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Gorontalo.

BACA  Anang Hermansyah Ungkap Kondisi Terkini Ashanty dan Anak-anak

“Jadi, tatanan new normal harus didukung oleh masyarakat di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota dengan disiplin mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Poyuono, Selasa (26/5).

Karena itu, kata dia, pengerahan TNI dan Polri secara masif yang akan dilaksanakan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB sangatlah tepat.

“Karena hanya dua institusi ini yang sanggup mengatur dan menerapkan disiplin tinggi kepada masyarakat dalam keadaan tatanan kehidupan new normal,” ungkap anak buah Prabowo Subianto di Partai Gerindra itu.

Poyuono menjelaskan roda ekonomi harus digerakkan di saat pandemi Covid-19 belum mereda, dengan menerapkan tatanan kehidupan normal yang baru.

BACA  Diduga Tutup-tutupi Penanganan Kasus Bansos Covid-19, KPK Digugat ke Pengadilan

Menurutnya, pabrik-pabrik, pusat industri, transportasi, mal, pasar dan pusat perekonomian harus dibuka kembali dalam tatanan sistem kehidupan normal yang baru.

“Dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ditetapkan dan dikendalikan oleh TNI-Polri,” ungkap dia.

Menurut Arief, semua ini dilakukan agar perekonomian nasional yang sudah tumbuh 2,9 persen di kwartal pertama bisa bergerak naik nantinya, sehingga pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa dikurangi dengan mulai diterapkan tatanan kehidupan new normal.

BACA  SKB Tiga Menteri Bisa Bikin Siswi Berperilaku Semaunya

“Semoga masyarakat juga mendukung upaya pemerintah joko Widodo untuk bisa menerapkan tatanan kehidupan new normal,” kata dia.

Selain itu, Arief mengingatkan jangan ada lagi elite dan parpol di Senayan yang melihat penerapan new normal dari kacamata politik.

Sebab, dia berpandangan new normal itu adalah cara yang paling terbaik yang diterapkan oleh pemerintah demi menyelamatkan perekonomian nasional yang sudah terdampak oleh Covid-19. (boy/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul yang sama. Pada edisi Selasa, 26 Mei 2020.

Komentar