Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ngopi Bareng GIPI, Pariwisata Gorontalo 2020 Prospektif

Oleh Mufakris Goma , dalam Gorontalo , pada Rabu, 11 Desember 2019 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Meski di 2019, sektor pariwisata Gorontalo terimbas dengan mahalnya harga tiket pesawat, tapi para pelaku pariwisata di daerah ini tetap optimis. Pariwisata Gorontalo kembali akan bergeliat pada 2020. Ini mengemuka dari kegiatan ngopi bareng membahas refleksi pariwisata Gorontalo yang dilaksanakan oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Gorontalo, di Roemah Marly Cafe and Resto tadi malam.

Diskusi yang mengangkat tema “Refleksi Pariwisata Gorontalo 2019 dan sinergitas ABCGM (Akademisi, Business, Communitas, Government, media) itu, dihadiri anggota DPR-RI Idah Syahidah, Kepala Bank Indonesia (BI), Garuda Indonesia, Batik Air, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Perhotelan di Kota Gorontalo, serta Kadis Pariwisata Kabupaten/Kota.

Ketua GIPI Gorontalo Marten Chandra menyebutkan, geliat pariwisata Gorontalo pada 2019 tidak seperti 2018. Terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan sekitar 30 persen di hampir semua objek wisata.
Kondisi itu diakibatkan oleh kenaikan tiket pesawat serta keterbatasan modal para pengelola wisata. Sehingga ini perlu disikapi oleh pemerintah daerah. Dengan membahas kembali hubungan kerjasama antara pemerintah, perbankan dan penerbangan.

“Untuk 2019 mengalami penurunan diatas 30 Persen di setiap titik wisata yang ada di Gorontalo” ujar Marten.
Meski begitu, Marten menyatakan, pihaknya optimis, pariwisata kembali akan bergeliat pada tahun depan. Makanya GIPI telah menempuh sejumlah upaya untuk meningkatkan kinerja pariwisata pada tahun depan. Dengan menggandeng penerbangan. Melakukan kerjasama dengan perhotelan dalam membuat paket perjalanan wisata. Dan menggandeng media untuk mempromosikan pariwisata Gorontalo.

“Kita optimis. Di 2020 pariwisata akan bertumbuh 15-20 persen. Utamanya untuk jumlah pengunjung di objek wisata,” ujar Marten.

Pada kesempatan itu, Marten juga mengemukakan, GIPI mendukung rencana pemerintah provinsi mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Gorontalo. Karena hal tersebut dapat memberikan kemudahan investasi. Meskipun menurutnya, untuk membangun KEK membutuhkan kawasan dengan areal luas mencapai ratusan hektar. Sementara di Gorontalo baru tersedia puluhan hektar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Budi Widihartanto menyampaikan, KEK pariwisata memang layak diwujudkan. Akan tetap ada parameter yang menjadi kriteria untuk sebuah KEK. Dan Gorontalo masih banyak aspek yang harus disiapkan untuk memenuhi kriteria itu.

“Kami yakin dengan adanya kolaborasi dan koordinasi baik antar insan pariwisata, para pemilik otoritas wisata di setiap daerah, serta pelaku usaha industri baik perbankan, penerbangan perhotelan bahkan media, KEK itu sendiri pasti akan terlaksana dan terterima di setiap lini” ungkap Budi.

Ia juga menyampaikan pada tahun depan, Bank Indonesia akan lebih memberikan kontribusi nyata dalam membangun perekonomian rakyat. Di dalamnya sudah termasuk pengembangan dunia wisata. Sementara itu, Anggota DPR RI Idah Syahidah pada kesempatan itu menuturkan, pengembangan pariwisata Gorontalo harus jadi tanggung jawab bersama. Dia menyadari untuk mengembangkan pariwisata harus didukung fasilitas dan infrastruktur yang memadai.

Seperti ketersediaan hotel, infrastruktur di lokasi pariwisata, juga harus diperhatikan bersama. Terpenting, pelayanan harus perlu dimaksimalkan.

“Paling tidak, harus ada kesan yang baik untuk wisatawan, yang berkunjung di Gorontalo. Jangan hanya rasa panas saja, yang berkesan. Sementara tidak ada hal yang berkesan lainya,” ujar Idah.

Semua ini, perlu dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan baik wisatawan lokal ataupun wisatawan manca negara. Dengan begitu, perlu ada kerja sama semua pihak. Untuk mensosialisasikan destinasi wisata Gorontalo. Komunitas-komunitas pariwisata di Gorontalo, harus bersama mensosialisasikan.

Pertemuan itu, juga ikut membahas pengembangan sejumlah objek wisata unggulan di Gorontalo. Seperti Wisata Laut Hiu Paus di Bone Bolango, Pulau Saronde Di Gorontalo Utara, Pulau Cinta di Boalemo, Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo serta berbagai tempat Wisata lainnya yang ada di wilayah Gorontalo. Termasuk pengembangan UMKM yang menunjang pariwisata seperti Rumah Karawo dan Diving Center. (gp/hg)