Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nikah Muda, Why Not ?

Oleh Berita Hargo , dalam Ragam , pada Jumat, 26 Oktober 2018 | 07:00 AM Tag:
  

Hargo.co.id – Menikah muda kini sering kali menjadi pilihan bagi banyak anak muda. Alasan pada umumnya adalah karena ingin pacaran halal atau ingin sudah ada yang menemani setiap hari, dimana pun, dan kapanpun. Walau begitu, stigma masyarakat Indonesia memang masih konservatif dengan menganggap nikah muda itu kurang bagus.

Orang yang nikah muda sering kali dituduh telah melakukan hal-hal yang tidak berkenaan dengan budaya setempat. Namun Andhini Dian Pratiwi Panu tidak mengacuhkan stigma tersebut. Perempuan kelahiran 29 September 1997 ini berani memutuskan untuk menikah di usia yang masih terbilang sangat muda.

“Keputusan saya menikah muda tidak hanya karena keinginan saya semata, namun kembali lagi kepada-Nya yang membuat semua menjadi mungkin dan Maha Membolak-Balikkan Hati. Selain itu, niat saya menikah di usia muda adalah untuk ibadah dan menjauhi yang namanya zina,” tutur perempuan yang akrab disapa Andini ini.

Berkenaan dengan stigma minus tentang menikah muda, Andini menganggap bahwa stigma ini hadir karena adanya kenakalan remaja sehingga menciptakan stereotip di kalangan masyarakat bahwa semua anak muda seperti itu.

Sehingga jika ada anak muda yang menikah, secara otomatis masyarakat telak menganggap bahwa itu pasti adalah sebab dari kenakalan remaja dan tak ada pilihan lain selain harus menikah. Walau begitu, Andini mengungkapkan bahwa hal ini jugalah yang membuat Ia dan Muhamad Rivan Ibrahim -suaminya kini, merasa semakin yakin untuk menikah.

“Saya pun merasakan tuduhan sepihak akibat stigma masyarakat tersebut, tapi itu kemudian menjadikan saya dan suami saya semakin yakin untuk menikah. Kami pun kembali pada niat kami, yakni karena Allah SWT. Dengan begitu, kami bertekad untuk menghilangkan stigma negatif dalam masyarakat tentang nikah muda,” ujar putri dari Alm. Ruslan I. Panu dan Zumerti Abd. Madjid tersebut.
“Menikah muda adalah kesyukuran dan karunia bagi saya. Karena setelah menikah, selain dapat indahnya cinta yang halal, juga ada limpahan pahala dari setiap yang dikerjakan,” ujar Andini dengan senyum sumringah.

Walau begitu, Andini tetap merasa bahwa pendidikan itu penting. Walau sudah menikah di usia yang terbilang muda ini, dia tetap melanjutkan pendidikannya dalam bidang kesehatan. Walaupun memang menurutnya, prioritasnya haruslah suaminya sendiri.

“Menjadi seorang mahasiswa sekaligus istri, prioritas saya tetaplah suami saya. Menjadi perhiasan baginya, menjaga kehormatan suami, namun tetap tidak melupakan kewajiban sebagai anak untuk membanggakan orang tua dengan terus berprestasi, berkarya, dan berkarir,” tukas Andini mantap.(tr64/gp/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar