Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nikmati Kepiting Bakar saat Kemah di Benteng Tua

Oleh Aslan , dalam Headline , pada Jumat, 21 Juli 2017 | 01:18 WITA Tag: , ,
  


Perjalanan Eksotis Telusuri Pulau Mengare (4)

Hargo.co.id – Camping di pegunungan atau hutan belantara adalah hal biasa bagi traveller sejati. Cobalah sensasi baru dengan bermalam di areal Benteng Lodewijk. Areal seluas 4,5 hektare itu memberikan pengalaman berbeda.

KAMIS (13/7) matahari turun pelan-pelan di ufuk barat. Tidak lama berselang, kawasan Benteng Lodewijk yang rimbun oleh pepohonan menjadi gelap gulita.

Suasana sepi. Tidak ada suara berisik. Apalagi suara ingar-bingar dan hiruk-pikuk mesin kendaraan. Sebab, areal benteng memang jauh dari keramaian. Jarak kawasan itu dengan areal permukiman warga Pulau Mengare sekitar 3 kilometer menyeberangi Sungai Cemara.

Kami menginap di sisi timur. Tepatnya di sisi bastion tenggara. Lokasinya sekitar 700 meter dari garis pantai. Kami mendirikan tenda di bawah pohon-pohon lamtoro yang tumbuh subur. Selain lamtoro, sejumlah tumbuhan tumbuh subur. Di antaranya, pohon meranti dan wringin lawas.

BACA  Menuju Porwanas di Malang, PWI Gorontalo Siap Pantau JMSC

YUMMY: Ahman Jafar dan Ali Yakub (kiri) menangkap kepiting tambak dan membakarnya sebagai salah satu menu makan malam.

YUMMY: Ahman Jafar dan Ali Yakub (kiri) menangkap kepiting tambak dan membakarnya sebagai salah satu menu makan malam. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Hutan tropis di pesisir laut dan sungai termasuk langka. Sebab, biasanya, pemandangan seperti itu hanya ada di dataran tinggi. Sedangkan areal Benteng Lodewijk adalah dataran rendah yang tidak berbukit.

Tidak seperti di pinggir pantai pada umumnya. Malam itu angin tidak terlalu berembus kencang. Menurut Gatot, embusan angin di areal benteng sangat terbatas karena tertutup rimbunan pepohonan.

Kamis malam Jumat, Jawa Pos tidak sendirian. Malam itu kami menginap bersama rombongan karyawan perusahaan swasta. ’’Tempatnya memang seram. Karena ini kawasan benteng tua. Tapi, kami mencari suasana baru saja,” tutur kepala rombongan Gesang Sirogo.

BACA  Indra Yasin Tekankan Soal Loyalitas Pejabat di Gorontalo Utara

Dia bilang, kampingdi areal Benteng Lodewijk sangat tidak biasa. Sensasinya lain daripada yang lain. Yang menarik, kata Gesang, objek wisata di areal benteng terintegrasi menjadi satu. Mulai wisata menyusuri sungai, laut, hutan mangrove,hingga wisata heritage. ’’Ini objek wisata all in one. Semua ada dalam satu tempat,” ujarnya.

Gesang juga membandingkan kawasan tersebut dengan lokasi wisata lain. Di tempat lain, kata dia, wahana wisata banyak yang buatan manusia. Namun, di areal Benteng Lodewijk, wahana sangat alami.

Pukul 21.00 kami mulai membuat api unggun. Semua orang melingkar. Hawa yang semula cukup dingin kini menjadi hangat. Setelah api unggun mulai mengecil, kami membakar ikan dan kepiting. Rasanya hmmmm maknyus!!!

Sayang sekali, atraksi alam malam itu tidak sempurna dengan deburan ombak di laut. ’’Saat ini airnya sedang surut,” ujar Gatot Winarko.

BACA  40 Persen ASN di Kabupaten Gorontalo Sudah Jalani Vaksin

Pengalaman bermalam di areal Benteng Lodewijk pada Kamis malam Jumat terasa ngeri-ngeri sedap. Jawa Pos awalnya merasa sedikit kikuk karena kawasan tersebut merupakan benteng tua. Namun, rasa kikuk terpuaskan oleh pengalaman menginap di areal tersebut.

*****

Penulis buku-buku sejarah Gresik Mustakim menjelaskan, Benteng Lodewijk menjadi bukti kejayaan pemerintah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels untuk menghalau tentara Inggris yang berusaha menguasai Tanah Jawa. Khususnya Jawa Timur.

Latar belakang pemilihan lokasi Benteng Lodewijk di Selat Madura adalah aspek politik, keamanan, dan ekonomi. Aspek keamanan didasarkan pada terjadinya pendaratan pasukan Inggris di Gresik pada 1806, kemudian berlanjut dengan penguasaan Gresik oleh Inggris pada tahun itu juga.

’’Nah, peristiwa ini menjadi alasan mendasar bagi Daendels untuk mendirikan Benteng Lodewijk di Mengare. Agar Pulau Jawa tetap dalam kekuasaan Belanda,” tuturnya.

(*/c21/dio)


Komentar