Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nilai Perdagangan Indonesia dan Vietnam Terus Meningkat

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Rabu, 12 September 2018 | 10:44 Tag: ,
  

Hargo.co.id HANOI – Indonesia dan Vietnam berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Salah satunya kerja sama di sektor perdagangan. Tercatat, tren perdagangan kedua negara yang meningkat beberapa waktu lalu akan terus digali potensinya dan dikembangkan untuk kemajuan bersama.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama usai bertemu dengan Presiden Vietnam Tr?n ??i Quang di Istana Kepresidenan Vietnam, Hanoi pada Selasa (11/9).

“Dalam tiga tahun belakangan ini tren perdagangan kita cukup baik dan mencapai nilai USD6,8 miliar. Kita ingin nantinya pada tahun 2020 perdagangan kita bisa mencapai USD10 miliar,” ujar Presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi.

Salah satu upaya yang hendak dilakukan kedua negara ialah menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan yang saat ini masih terjadi. Termasuk ekspor produk otomotif Indonesia.

“Saya tadi telah meminta perhatian Presiden Tr?n ??i Quang agar hambatan-hambatan perdagangan dapat dihilangkan, termasuk produk-produk otomotif Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, suami Iriana juga menyampaikan keinginan para investor Indonesia untuk mengembangkan investasinya di Vietnam. Untuk diketahui, investor Indonesia merupakan salah satu investor tertua dan pertama yang ada di negara itu.

“Tadi saya menitipkan kepada Presiden Tr?n ??i Quang untuk dapat melindungi investor Indonesia dan memberikan perlakuan yang adil dan baik,” imbuhnya.

Indonesia dan Vietnam juga akan meningkatkan kerja sama di sejumlah bidang lainnya. Keduanya sepakat untuk bekerja sama dalam hal pemberantasan pencurian ikan ilegal di perairan masing-masing. Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan joint communique IUU (illegal, unreported, and unregulated) Fishing.

Kemudian, baik Presiden Jokowi dan Presiden Tr?n ??i Quang juga sepakat untuk mengintensifkan penyelesaian pembahasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kedua negara.

Di bidang perdamaian, Presiden Ketujuh RI menyinggung masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS). Berkaitan dengan itu, Indonesia menyambut baik kemajuan dari proses negosiasi code of conduct di LTS. Hal itu diyakini akan berkontribusi besar dalam memastikan Laut Tiongkok Selatan menjadi kawasan yang aman, adil, dan damai.

Sebelum pernyataan pers bersama kedua pemimpin negara melakukan pertemuan bilateral yang dihadiri sejumlah menteri dari masing-masing negara. Dalam kesempatan itu, kedua negara telah menandatangani 2 nota kesepahaman yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dan Presiden Tr?n ??i Quang.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar