Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nilai Unas Turun, Tugas Kian Berat

Oleh Aslan , dalam Metropolis , pada Sabtu, 26 Mei 2018 | 18:00 PM Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Tugas guru SMP sederajat bakal semakin berat. Merujuk hasil ujian nasional (unas) yang disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kemarin (25/5) cukup memprihatinkan. Sebab, nilai unas SMP sederajat tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Penurunan nilai unas tak hanya terjadi secara nasional. Untuk Provinsi Gorontalo, capaian nilai unas tahun ini juga mengalami penurunan. Hal itu dilihat total nilai yang dicapai sekolah/siswa pada pelaksanaan unas. Pada 2017, total nilai unas SMP tertinggi dengan empat mata pelajaran mencapai 317,26.

Sementara hasil unas SMP pada 2018, total nilai unas SMP tertinggi sebesar 268,49. Itu artinya mengalami penurunan 48,77 poin. Demikian pula capaian nilai rata-rata mata pelajaran yang diujiankan turut mengalami penurunan. Contohnya mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Pada unas 2017, capaian nilai rerata tertinggi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 75,71. Sedangkan pada unas 2018 nilai rerata tertinggi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 75,29. (lengkapnya lihat grafis).

Sementara itu nilai unas SMP/MTs 2018 telah diserahkan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Jumat (25/5) di Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, penurunan nilai unas SMP tahun ini dikarenakan adanya soal High Order Thinking Skills (HOTS) atau soal dengan daya nalar tinggi. Selain itu, penurunan juga berkaitan dengan integritas.

“Semakin tinggi integritas, maka nilai Unas akan mengalami penurunan,” ujar Muhadjir sebagaimana dilansir Antara.

Menurut Muhadjir, dengan adanya soal-soal dengan daya nalar tinggi (HOTS) siswa bisa mengetahui kondisi riil di lapangan.

“Di satu sisi, banyak siswa yang komplain dengan adanya soal HOTS ini. Tapi di sisi lain, jumlah siswa yang mendapatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika tingkat SMA naik dua kali lipat,” urai Muhadjir.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Amran Fahrun mengemukakan, memang secara totalitas terdapat penurunan hasil. Tetapi itu dikarenakan penerapan Unas Berbasis Komputer (UNBK).

“Bisa kita lihat perbedaan antara UNBK dan UNPK (Unas Pensil Kertas),” ujarnya.

Menurut Amran Pahrun, kedepannya pelaksanaan Unas jenjang SMP di Provinsi Gorontalo secara keseluruhan menerapkan UNBK. Sehingga hasil yang dicapai sesuai kondisi ril.

“Dengan UNBK bisa diketahui penyakitnya apa dan obatnya. Misalnya bila kelemahannya di guru, maka akan dilakukan program penigkatan kompetensi guru. Bila pula di siswa, maka sarana dan prasana seperti laboratorium dan buku-buku akan ditingkatkan,” urai Amran Pahrun.

Lebih lanjut Amran Pahrun mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan hasil Unas ke masing-masing kabupaten/kota. Selanjutnya pihak sekolah akan menggelar rapat hari ini, Sabtu (26/5).

“Hari Senin hasilnya diumumkan di masing-masing sekolah. Untuk Pengumuman tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun kemarin, dimana hasil kelulusan tidak ditentukan oleh Unas, melainkan sekolah,” ucap Amran Pahrun.

Lebih lanjut Amran Pahrun mengatakan, UNBK tahun ini terbilang sukses meski ada beberapa gangguan teknis yang terjadi selama UNBK kemarin. Beberapa faktor penentu suksesnya UNBK di antaranya dukungan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, sarana dan prasarana, sekolah dan manajemen sekolah, proktor dan teknisi.(ndi-gp/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar