Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



NKRI Akur Sejak 2011

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 9 Desember 2016 | 14:45 PM Tag: , , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Guna memimpin suatu daerah, pasangan yang layak dipilih adalah yang akur atau tak ribut-ribut.

Inilah yang ditampilkan pasangan Nyata Karya Rusli-Idris (NKRI) sejak 2011 lalu, yakni akur dan tak pernah kedengaran ribut atau berkelahi.

Pernyataan tersebut disampaikan calon gubernur Gorontalo, Rusli Habibie pada kampanye dialogisnya di Kota Tengah, Kota Gorontalo, Kamis (8/12) kemarin.

“NKRI akur sejak 2011 lalu atau sejak pasangan NKRI Jilid I resmi ikut Pilgub 5 tahun lalu. Tidak seperti pasangan lain, masih proses kampanye sudah ribut-ribut,” kata Rusli Habibie.

Masih pada kesempatan yang sama, Rusli Habibie meminta kepada masyarakat untuk tak menggadaikan harga dirinya hanya dengan selembar jilbab. Harga jilbab Rp 25.000. Jika dibagi lima tahun, maka setiap tahun warga Gorontalo hanya dihargai Rp 5.000.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak, Rp 5.000 itu hanya merendahkan masyarakat Gorontalo. Bahkan beredar kabar jika jilbab yang dibagi sekarang hanya untuk memenuhi janjinya ketika kampanye legislatif 2014 lalu. Makanya, pilih NKRI yang sudah terbukti dan berprestasi,” kata Rusli Habibie.

Akhir orasinya, Rusli Habibie mengajak masyarakat untuk memilih pasnagan yang benar-benar menawarkan program. Bukan datang di tengah-tengah masyarakat hanya untuk menghujat pasangan lain.

“NKRI datang hanya untuk menawarkan program,” katanya.

Calon wakil gubernur Gorontalo, Idris Rahim pada orasinya meminta masyarakat agar tak ingin kembali ke masa lalu. Dirinya mengajak masyarakat memilih NKRI dengan garansi pendidikan dan kesehatan gratis akan berlanjut.

“Jika bukan NKRI, maka program yang benar-benar berpihak ke masyarakat bakal tak ada. Kami sudah membuktikan, ketika yang lain baru rencana,” tegas Idris Rahim.

Hadirnya sejumlah ASN dari Kesbang Pol, ternyata menarik perhatian Idris Rahim. Dirinya langsung meminta kepada ASN untuk tetap netral pada Pilgub mendatang.

“Harus netral. Jangan suruh ASN netral, sementara dirinya tak netral,” kata Idris Rahim yang disambut tepuk tangan perserta kampanye.

Jurkam lainnya yang tampil yakni Ishak Liputo yang mana mempertanyakan kemarahan Fadel Muhammad terhadap pasangan NKRI.

“Saya tidak mengerti apa alasan fadel Muhammad marah ke pasangan NKRI. Pasangan ini cukup berhasil memimpin Gorontalo. Jika ada yang membencinya, maka itu bukanlah karakter masyarakat Gorontalo,” tegasnya.

Hari keenam kampanye NKRI di Zona 1 (Kota Gorontalo-Bonbol) melakukan blusukan di lima kelurahan Limba U1, Limba U2, Limba B, Biawu dan Biawao. Hari ini yakni Jumat (9/12) mengambil lokasi di Sipatana dan Kota Utara. (jdm/hargo)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar