Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Normalisasi dan Penghijauan, Langkah APRI Perbaiki Lingkungan Eks Pertambangan

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Kab. Pohuwato , pada Rabu, 18 November 2020 | 19:05 WITA Tag: ,
  Alat berat digerakkan untuk memperbaiki lingkungan bekas pertambangan di Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Rabu (18/11/2020). (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sebagai bentuk perhatian terhadap lingkungan bekas pertambangan, Asosisasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Pohuwato melakukan upaya normalisasi dan penghijauan. Baik di lokasi tambang Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, dan tambang Tihuo, Desa Karya Baru, kecamatan Dengilo.

Pantauan media ini, di lokasi tambang Botudulanga, Rabu (18/11/2020), sejumlah alat berat berupa eskapator dan bulldozer digerakkan untuk menutup kembali lubang-lubang bekas galian tambang. Di samping itu, aliran sungai yang sudah terkena dampak sedimentasi akibat aktivitas pertambangan pun dikeruk.

BACA  Treasury Awards 2020 dari Kemenkeu untuk Pemprov Gorontalo

Wakil Ketua APRI Pohuwato, Rahmat Tantu, saat diwawancarai mengatakan bahwa upaya normalisasi ini berdasarkan hasil kesepakatan antar pelaku usaha tambang yang diinisiasi oleh APRI dan CRM-nya. Dimana selain normalisasi, APRI juga akan melakukan penghijauan kembali di lokasi-lokasi bekas tambang.

Alat berat digerakkan untuk memperbaiki lingkungan bekas pertambangan di Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Rabu (18/11/2020). (Foto Istimewa)
Alat berat digerakkan untuk memperbaiki lingkungan bekas pertambangan di Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Rabu (18/11/2020). (Foto Istimewa)

“Sudah ada koordinasi dengan pimpinan BPDAS provinsi, merencanakan koordinasi normalisasi aliran sungai. Di bantaran aliran sungai Botudulanga itu ada penanaman bambu kuning, juga kita berupaya ada bibit-bibit tanaman berupa pohon mahoni dan lain-lain,” ujarnya.

BACA  Hamim Pou Tampil Elegan di Debat Cabup

Saat ini kata Rahmat, ada tiga unit alat berat yang digunakan. Dan kedepan akan diupayakan untuk ditambah lagi karena dilihat dari situasi saat ini masih kekurangan.

“Alhamdulillah melalui hasil musyawarah bersama para pelaku usaha, mereka para pelaku usaha akan bertanggung jawab penuh terhadap normalisasi yang kita inisiasi bersama oleh APRI,” tambahnya.

BACA  Pansus Tuntaskan Pembahasan Ranperda PLD

APRI saat ini pun jelas Rahmat, sedang berupaya agar Wilayah Pertambangan Rakyat bisa terealisasi. Agar para pelaku usaha tambang maupun masyarakat penambang lokal bisa mendapatkan legalitas atas aktifitas pertambangan itu sendiri.

“Karena kita pun mendapat perhatian dan dukungan penuh oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Insya Allah mari sama-sama kita doakan WPR di Pohuwato bisa segera terwujud,” pungkasnya. (ayi/adv/hg)


Komentar