Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Obat-Makanan Ilegal Rp 2,2 M Dimusnahkan

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 9 Desember 2017 | 11:30 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Peredaran produk ilegal di Provinsi Gorontalo masih cukup tinggi. Bahkan daerah yang baru genap berusia 17 tahun ini menjadi pangsa pasar menggiurkan bagi para pemasok produk illegal. Itu ditunjukkan hasil pengawasan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo sepanjang 2017. Produk ilegal yang ditemukan mencapai 1.469 jenis dengan nilai Rp 2,2 miliar.

Produk obat-obatan ilegal menempati rangking paling banyak. Obat kimia tercatat sebanyak 1.284 jenis (54.909 picis) dan obat tradisional 50 jenis (19.506 picis). Kemudian kosmetik sebanyak 128 jenis dengan jumlah 2.617 picis, serta pangan sebanyak 7 item dengan jumlah 3.202 picis.

BACA  Idah Syahidah Ajak Masyarakat Gorontalo Dukung Program Kemensos RI Cegah Stunting

Kepala BPOM Gorontalo Sukriadi Darma menjelaskan, pengawasan yang dilakukan sepanjang 2016-2017 dilakukan untuk memastikan masyarakat Gorontalo bebas dari obat dan makanan berbahaya, tidak aman serta tidak bermutu. Seperti produk yang menggunakan merek tiruan atau palsu maupun produk yang tak memiliki izin.

“Di tahun ini yang meningkat adalah obat tradisional dan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Untuk obat-obatan yang diamankan, merupakan hasil sitaan dari warung-warung yang tidak ada hak dan kewenangan untuk menjual obat-obatan,” kata Sukriadi.

BACA  Panitia JMSC Dapat Suntikan Dana dari Pemkot Gorontalo

Produk obat tradisional dan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya itu banyak di antaranya dipasarkan melalui online. Menyikapi fenomena itu, Sukriadi menjelaskan, BPOM bekerjasama Polri dan isntansi terkait lainnya menggelar operasi Opson dan Operasi Strom. Operasi tersebut bekerjasama Direktorat Cyber Crime Polri.

“Kami juga sedang berkoordinasi Polda dan Kejaksaan Gorontalo untuk pelimpahan dua berkas. Tahun ini ada tujuh berkas dimasukkan, dua kasus sudah tuntas dan dua lainnya akan menyusul. Tersangkanya adalah pengedar dan pemasok produk-produk ilegal itu,” ungkap Sukriadi.

Sementara itu ribuan produk yang disita BPOM dilakukan pemusnahan, Jumat (8/12). “Yang dimusnahkan ini merupakan sitaan pada yang telah mendapatkan ketetapan dari Pengadilan. Masih ada barang lainnya yang sedang ditunggu proses penetapan Pengadilan,” tandas Sukriadi.

BACA  TNI-Polri di Gorontalo Siap Dukung Optimalisasi Vaksinasi Covid-19

Sementara itu Asisten I Setda Pemprov Gorontalo Anis Naki menekankan, seiring perkembangan daerah tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Salah satu di antaranya peredaran obat dan makanan ilegal.

“Kami berharap agar masyarakat bisa berhati-hati dalam mengkonsumsi obat dan makanan. Jangan tergiur dengan harga yang murah, namun hasilnya akan membahayakan diri kita sendiri,” pungkasnya. (kif/hg)


Komentar