Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ogah Mengemis Vaksin kepada Barat, Duterte Berpaling kepada Dua Rival Amerika

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Selasa, 15 September 2020 | 20:05 WITA Tag: , ,
  Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.(The Philipippine Star)


Hargo.co.id, MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji akan memprioritaskan pembelian vaksin COVID-19 buatan Rusia atau Tiongkok. Pasalnya, dia terlanjur sakit hati kepada perusahaan farmasi asal negara Barat.

“Kami akan memprioritaskan Rusia dan Tiongkok asalkan vaksin mereka sebaik vaksin lainnya di pasaran,” katanya saat berpidato, Senin (14/9).

Namun, dia mengingatkan, setiap vaksin yang akan dibeli oleh Filipina, harus melalui proses tender.

BACA  Kim Jong Un Sudah Minta Maaf, Korsel Masih Belum Puas

Dilansir dari JPNN.com, Pemerintah Filipina telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemasok calon vaksin seperti Rusia, Tiongkok, serta produsen obat AS Pfizer Inc dan Moderna Inc.

Pihaknya juga telah bertemu dengan raksasa bioteknologi Australia CSL Ltd.

Menurut Duterte, perusahaan farmasi Barat hanya mengejar untuk. Mereka meminta biaya reservasi atau uang muka.

BACA  Ini Respons Tegas Menlu Terkait Laporan Pentagon Soal Pangkalan Militer Tiongkok di Indonesia

Hal itu, lanjut Duterte, tidak ditemukannya saat berkomunikasi dengan Tiongkok

“Satu hal yang baik dari Tiongkok adalah kita tidak perlu mengemis, kita tidak perlu memohon,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Duterte telah mengusir perwakilan salah satu perusahaan farmasi Barat dari Filipina.

BACA  Pernyataan Menohok Diplomat Muda Indonesia Menanggapi PM Vanuatu

Pasalnya, perusahaan tersebut meminta Filipina membiayai riset vaksin COVID-19 dan menuntut pembayaran uang muka. (ant/dil/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Ogah Mengemis Vaksin kepada Barat, Duterte Berpaling kepada Dua Rival Amerika“. Pada edisi Selasa, 15 September 2020.

Komentar