Rabu, 12 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Oknum Aleg Pohuwato Diperiksa Pengadilan Tipikor Terkait Dugaan Suap One Asia

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 9 Juni 2017 | 03:08 WITA Tag: , ,
  


JAKARTA, hargo.co.id – Setelah diperiksa Kepolisian Australia pekan lalu. Aleg Pohuwato Zuriyati Usman masih harus disibukkan dengan persoalan dugaan suap pertambangan PT One Asia Resources.

Kali ini, Zuriyati duduk di kursi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Zuriyati dihadirkan jaksa penuntut umum dalam kapasitas sebagai saksi atas persidangan dengan terdakwa Lisna Alamari. Persidangan dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Zuriyati memberi kesaksian sebagai Ketua Badan Pengawas KUD Dharma Tani Marisa. Zuryati Usman pada saat pelaksanaan sidang didampingi langsung kuasa hukum Kamal Singadirata.

BACA  Korban Kebakaran di Tamalate Dapat Bantuan dari Gubernur Gorontalo

Zuryati Usman sendiri dicerca banyak pertanyaan terkait dengan perkenalannya dengan terdakwa Lisna Alamri terkait dengan kasus dugaan suap pertambangan dari PT One Asia Resources.

“Yang saya tahu, itu yang saya jawab. Terkait dengan aliran dana dari Ibu Lisna Alamri, saya sama sekali tidak menerima apapun. Saya pun kenal ibu Lisna Alamri, karena beliau adalah Aleg Deprov Gorontalo dan berhubungan dengan perusahaan One Asia Resources, ibu Lisna adalah komisaris di perusahaan tersebut,” jelasnya.

BACA  Pemprov Gorontalo Gelar Adat Tonggeyamo Penetapan 1 Ramadan 1442 Hijriah

Tak hanya Zuryati Usman saja yang disidangkan kemarin, akan tetapi ada tiga orang lainnya yang turut dihadirkan Jaksa Penutut Umum (JPU) yakni Erny Veronica Maramba, Ibnu Firman, Ide Amin dan DR. Erianto.

“Saya sudah jelaskan kepada JPU dan majelis hakim, bahwa saya sama sekali tidak menerima sepeserpun dana atau pun anggaran dari ibu Lisna Alamri,” tegasnya.

BACA  Gubernur Berharap Pasar Murah Dapat Membantu Warga Selama Ramadan

Seperti yang diketahui, Lisna Alamri diajukan ke pengadilan tipikor berkaita dugaan kasus suap dari PT One Asia Resources yang digandeng oleh pihak KUD Dharma Tani Marisa.

Kedua lembaga itu menjalin kerjasama untuk menggarap tambang emas gunung Pani dengan luas 100 hektare. (kif/hargo)


Komentar