Jumat, 26 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Oknum Anggota yang Diduga Merekam Video Mesum Terancam Dipecat

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 25 Januari 2021 | 21:05 WITA Tag: ,
  Mobil milik Brigadir RM yang diduga menjadi tempat terjadinya dugaan mesum. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Oknum anggota yang belakangan diketahui bernama RM, dengan pangkat Brigadir dan bertugas di Satuan Sabhara Polres Boalemo, terancam dipecat atau akan dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Dilansir dari JurnalCelebes.id, Hal tersebut dikarenakan, Brigadir RM harus mempertangunggjawabkan perbuatannya, dimana yang bersangkutan telah mengambil video dugaan mesum, tanpa sepengetahuan perempuan yang pada saat itu sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri, dan sudah dalam keadaan tak berbusana.

Informasi yang berhasil dirangkum, kejadian video dugaan mesum yang viral dan diduga melibatkan oknum anggota Kepolisian, terjadi sekitar Desember 2020 lalu. Pada saat itu, Brigadir RM bersama rekan-rekannya sudah dalam koondisi mabuk dan mendatangi salah satu tempat hiburan malam yang ada di Kabupaten Gorontalo. Pada saat itulah mereka bertemu dengan MI, yang tak lain adalah perempuan dalam video tersebut.

Pada saat itu, mereka minikmati minuman keras bersama dan ketika sudah dalam kondisi mabuk, MI pun diajak untuk jalan-jalan, dengan menggunakan mobil milik Brigadir RM. Entah apa yang merasuki fikiran RM, ketika terjadi dugaan pelecehan terhadap korban MI, yang pada saat itu sudah tidak sadarkan diri akibat alcohol, Brigadir RM merekam video MI yang dilecehkan oleh rekan RM. Kondisi MI saat direkam dalam video berdurasi 1 menit 13 detik tersebut, sudah dalam kondisi tidak menggunakan busana lagi. Pengambilan video itu sendiri berada di salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Gorontalo. Mirisnya lagi, Brigadir RM setelah merekam video tersebut, menyebarkan video itu kepada rekannya, sehingga video itu seketika menjadi viral dan membuat geger masyarakat Gorontalo, serta mencoreng nama institusi Polri.

BACA  Pria Usia 21 Tahun Ditemukan Gantung Diri

Setelah video itu viral sekitar Kamis (21/01/2021), anggota Bid Propam Polda Gorontalo, langsung mencari keberadaan Brigadir RM. Ketika ditelusuri, Brigadir RM berada di salah satu rumah yang ada di Kabupaten Gorontalo. Setelah mengetahui keberadaan Brigadir RM, anggota Bid Propam Polda Gorontalo kemudian menjemput yang bersangkutan, mengamankannya dan melakukan pemeriksaan terhadap Brigadir RM. Bahkan Brigadir RM turut di test urine di Polda Gorontalo.

BACA  Selang Januari-Februari Polres Gorontalo Kota Amankan 431 Botol Miras

Ketika selesai diperiksa, Brigadir RM kemudian dijemput oleh Waka Polres Boalemo bersama anggota Propam Boalemo, untuk kemudian di proses lebih lanjut di Polres Boalemo.

Terkait dengan hal ini, Kapolres Boalemo, AKBP Ahmad Pardomuan,S.I.K,M.H menegaskan, oknum anggota tersebut akan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Brigadir RM kini telah diperiksa dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan dalam hal ini Brigadir RM, kini telah kami tahan dan untuk yang lainnya masih sebagai saksi, dan masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Alumnus Akpol 1999 ini.

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,S.I.K saat memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan, terkait dengan kasus video dugaan mesum yang turut melibatkan oknum anggota Kepolisian. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus,S.I.K,M.Si,MM melalui Kabid Humas, Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,S.I.K mengatakan, pelaku Brigadir RM adalah orang yang berperan sebagai pengambil video dan tidak ada sangkut paut dalam hal pelecehan. Meski demikian, yang bersangkutan telah ditetapkan tersangka dan diancam dengan Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008, tentang informasi transaksi elektronik junto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 111 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau Pasal 9 junto Pasal 35 Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.

BACA  'Si Jago Merah' Kembali Mengamuk, Satu Unit Rumah Terbakar

“Tersangka Brigadir RM memang sudah disersi, dimana yang bersangkutan sudah sejak awal Desember 2020 hingga Januari 2021 ini, tidak pernah masuk kantor atau berdinas lagi. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan tersangka Brigadir RM akan dilakukan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH). Jadi, selain menjalankan pidana, tersangka pula akan diproses kedinasan. Apalagi Pak Kapolda sudah sangat tegas, bagi oknum anggota yang melakukan tindakan pidana, khususnya asusila, maka wajib ditindak tegas dan diberhentikan,” pungkas mantan Kapolres Bone Bolango ini.(jc/hg)


Komentar