Sabtu, 30 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Oknum Camat di Pohuwato Diduga Tampar Ketua PPK

Oleh Ryan Lagili , dalam Kab. Pohuwato KPU Metropolis , pada Senin, 23 Maret 2020 | 02:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi. Oknum camat tampar ketua PPK di Pohuwato


Hargo.co.id, GORONTALO – Seorang oknum camat di Pohuwato diduga menampar Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Kenapa bisa? Usut punya usut, oknum camat tak terima karena usulan sekretaris PPK justru tak diprioritaskan.

Cerita ini bermula saat selesai menjalani prosesi pelantikan Anggota PPS, Ahad (22/03/2020). Saat itu, Ketua PPK Patilanggio, Muzakir Ibrahim, tengah ngobrol dengan bersama Anggota PPK dan salah satu staf KPU Pohuwato. Mereka ngobrol di selasar Kantor Camat Patilanggio.

Tak lama berselang, datang Camat Patilanggio, Kisman Djafar dan langsung menghampiri Muzakir Ibrahim. Tanpa basa basi, Kisman Djafar langsung menampar Muzakir Ibrahim. Korban sempat ingin mencarikan solusi atas peristiwa tersebut. Namun hanya mendapatkan respon yang kurang baik dari camat, sehingga kejadian ini lantas dilaporkan ke Polisi.

Kepada media ini, Muzakir Ibrahim mengaku, kaget saat oknum camat tersebut menamparnya. Tanpa menjelaskan persoalan yang dipermasalahkan.

“Saya tidak tahu tiba-tiba ditampar. Nanti setelah saya ditampar, pak camat jelaskan masalahnya. Ternyata dia (camat) tak terima nama-nama calon staf sekretariat tidak lolos,” jelas Muzakir Ibrahim.

Lanjut katanya, personel secretariat yang ingin diganti oleh camat sangat bagus. Mengingat sekretariat PPK Patilanggio saat ini adalah sekretariat PPK yang ditugaskan di Pemilu 2019 lalu.

“Kami tak ingin mengganti mereka, karena kerjanya bagus dan sudah tahu banyak soal Pilkada. Namun, oleh pak Camat, maunya diganti,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Camat Patilanggio, Kisman Djafar mengaku dirinya melakukan tindakan tersebut sebagai peringatan kepada Ketua PPK, Muzakir Ibrahim. Pasalnya, karena ulah Muzakir Ibrahim, dirinya merasa sebagai camat tidak punya wibawah lagi.

“Kalau saya memang benar-benar ingin memukulnya, paling saya lakukan sampai 2 atau tiga kali. Tapi saya hanya lakukan sekali dan membuktikan itu hanya sebagai peringatan kepada yang bersangkutan,” kata Kisman Djafar.

Lanjut katanya,awalnya Muzakir Ibrahim konsultasi ke saya dan meminta tiga orang aparat untuk dilibatkan di Sekretariat PPK, dan itu dipenuhi oleh Kisman Djafar. Nah setelah dibuat usulan, Menurut KIsman Djafar, Muzakir Ibrahim meminta usulan agar ditambah menjadi 7 orang .

“Saya bikinlah 7 orang. Nah, realisasinya ternyata sudah ada SK yang ke luar, dan SK yang ke luar ini hanya orang lain lagi. Di luar dari usulan saya,” ungkapnya.

Terkait laporan polisi yang ditujukan kepadanya, Kisman Djafar menegaskan jika itu hak yang bersangkutan sebagai orang yang merasa keberatan atas tindakannya tersebut. Dirinya pun bersedia ketika nanti diminta oleh Polisi untuk menghadap.

“Pada intinya saya tidak keberatan, karena itu hak pribadinya jika melapor. Jika diminta untuk memberikan keterangan oleh lembaga Kepolisian saya pun siap,” tandasnya. (ryn/hg)

Loading spinner

Komentar